28 Petugas Kebersihan Suzuya Diperlakukan Tidak Manusiawi

Daerah 0

logo-suzuya

Logo Suzuya

DETEKSI.co – Rantauprapat, 28 orang karyawan/ti petugas kebersihan (cleaner) di pusat perbelanjaan Suzuya yang beralamat di Jalan SM Raja Rantauprapat diperlakukan secara tidak manusiawi. Para karyawan yang direkrut dari perusahaan penyedia tenaga kerja outsorching CV Grand Auto Service (GAS) di Medan itu, selain tidak menerima gaji sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK), gaji yang mereka terima juga dikenakan potongan untuk keperluan yang tidak jelas.

Sejumlah pekerja yang ditemui wartawan mengatakan, selama mereka bekerja di Suzuya, upah yang mereka terima hanya sebesar Rp 45 ribu hingga 50 ribu/hari, yang dibayarkan setiap bulannya melalui rekening pekerja masing-masing.

Selain itu, upah kerja yang mereka terima setiap bulannya juga tidak sesuai dengan hari kerja (HK) yang mereka jalani dalam satu bulan kerja, dan tidak juga menggunakan slip tanda terima gaji. “ Upah kerja kami hanya Rp 45 ribu per harinya, yang dibayarkan setiap bulannya. Itu pun tidak sesuai dengan HK nya. Misalnya kami kerja dua puluh enam hari tapi dibayar dua puluh dua hari kerja. Itu pun setiap gajian kami tidak pernah menerima slip tanda terima gaji” keluh mereka.

Tidak cuma itu lanjut mereka, gaji yang tidak sesuai UMK dan HK itu juga harus mengalami potongan-potongan. Potongan itu antara lain untuk biaya pengganti alat kerja yang rusak dan biaya pembayaran iuran BPJS sebesar Rp 50 ribu per bulan. Ironisnya, setelah mereka melakukan pengecekan saldo BPJS ketenagakerjaan mereka ke kanator BPJS, ternyata sudah setahun lebih iuran BPJS yang sudah dipotong dari gaji mereka belum disetor oleh pihak CV Grand Auto Service (GAS).

Lebih para lagi, bahkan ada karyawan yang setiap bulan gajinya dipotong untuk iuran BPJS ketenagakerjaan tapi tidak memiliki kartu BPJS, sehingga dia merasa pemotongan untuk iuran BPJS hanya akal-akalan pihak CV GAS yang merekrut mereka untuk bekerja di Suzuya. Kemudian juga ada potongan Rp 15 ribu yang disebut pihak CV GAS sebagai biaya transfer gaji.

“ Setiap bulan saat gajian, ada saja potongan-potongan. Katanya untuk biaya mengganti alat kerja yang rusak dan untuk iuran BPJS serta biaya transfer gaji. Tapi setelah kami cek, ternyata BPJS kami sudah setahu tidak dibayar. Bahkan ada lagi teman kami yang setiap bulan dipotong gajinya untuk iuran BPJS tapi tidka punya kartu BPJS. Lalu kemana uang kami itu” tambah mereka serentak seraya menambahkan jika mereka sama sekali tidak pernah menandatangani kontrak kerja dengan CV GAS.  

Karena tidak tahu diperlakukan demikian, pada tanggal 31 Januari 2017 mereka pun datang ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemkab Labuhanbatu untuk mengadukan nasib mereka. Disana mereka diterima oleh Lisbet, salah seorang pejabat Disnakes yang membidangi soal ketenagakerjaan.

Atas laporan yang mereka sampaikan secara lisan ke Disnaker itu, pihak Disnaker memanggil pihak perwakilan CV GAS di Rantauprapat yang bernama Rizki Amanda pada tanggal 3 Februari 2017. Namun mereka tidak dilibatkan dalam pertemuan tersebut.

Hanya saja belakangan mereka menerima informasi bahwa dari hasil pemanggilan itu, Disnaker menekankan beberapa hal yang harus dipatuhi oleh pihak CV GAS. Hal itu antara lain, Menurut Disnaker, upah yang harus diberikan harus sesuai dengan UU ketenagakerjaan yakni sebesar Rp 90 ribu/hari atau Rp 2.372.000/ bulan.

Selain itu, Menurut mereka, Disnaker menekankan bahwa jumlah hari kerja yang diperbolehkan dalam satu bulan bagi mereka hanya 21 hari kerja saja. “ Kami tidak diikutkan dalam pertemuan dengan Disnaker. Tapi kami dapat bocoran jika Disnaker meminta agar kami digaji sebesar Rp 90 ribu per hari sesuai UMK. Kemudian dalam satu bulan kami hanya diperkenakan kerja selama dua puluh satu hari saja” tutur mereka seraya berharap agar himbauan Disnaker kepada CV GAS dapat dipenuhi.

Sementara itu, perwakilan CV GAS di Rantauprapat, Rizki Amanda saat dikonfirmasi via selular Senin (13/02) mengatakan, soal besaran gaji Rp 45 ribu/hari diberikan sesuai kontrak kerja yang telah disepakati, dan setiap bulannya dibayar sesuai jumlah HK. Menurut dia, CV GAS tidak mungkin memberi upah kerja mahal jika pihak Suzuya memberikan kontrak upah murah.

 “ Jadi gaji sesuai dengan kontrak. Silahkan Tanya ke Bu Enny  selaku Manajer CV GAS. Nggak mungkin dibayar mahal kalau Suzuya memberikan kontrak murah. Kalau soal HK, setahu saya gaji mereka sesuai HK” ujarnya.

Mengenai surat kontrak kerja, Rizki mengaku kontrak masih sedang disiapkan oleh Manajer CV GAS Ibu Enny di Medan. Namun sebelumnya dia mengaku, para pekerja telah menandatangani surat perjanjian diatas materai dan telah sepakat dengan upah tersebut. “ Soal kontrak bukan tidak ada. Bu Enny yang buat kontrak. Saya hanya buat perjanjian, dan mereka para pekerja sudah mensetujui, kecuali tujuh orang yang belum menandatangani” katanya.

Terkait dengan tidak diberikan slip tanda terima gaji kepada para pekerja, dia berdalih slip gaji Rizki Amanda tidak memberikan keterangan yang jelas namun berbelit-belit..” Slip gaji ada, Cuma kemarin harus dipaketkan pengiriman ke Rantauprapat. Ini saya sedang di Medan, nanti saya tanyakan ke Bu Enny. Tapi apakah ada atau tidak saya tidak tahu. Tanya Bu Enny saja” katanya berbelit-belit.

Mengenai potongan gaji, Rizki mengaku gaji dipotong untuk biaya penggantian alat kerja dan iuran BPJS ketenagakerjaan. Namun saat disampaikan pengakuan pekerja bahwa setelah di cek, iuran BPJS mereka belum disetor oleh CV GAS, lagi-lagi Rizki Amanda berkelit. “ Mereka silahkan cek sendiri saldonya ke BPJS. Tanya saja lah Bu Enny, karena dia pimpinannya. Saya juga pekerja dan saya baru gabung delapan bulan. Jadi saya belum tahu banyak” tukasnya.

Saat ditanyai pertemuannya dengan Disnaker Pemkab Labuhanbatu, Rizki Amanda membenarkannya. Menurut dia, dari pertemuan itu Disnaker meminta agar dilakukan kenaikan upah sesuai dengan UU ketenagakerjaan yakni Rp 2.372.000/ bulannya.” Menurut Disnaker harus ada kenaikan upah sebesar Rp 2.372.000 per bulan” katanya. (Dian)

Tags: