Ada Tiga Hal Kasus Ahok Menarik, Osriel : Kita Dukung Penyelesaian Kasus ini melalui Lembaga Peradilan

Politik 0

Osriel Limbong

Osriel Limbong

DETEKSI.CO – Medan,Majelis hakim pengadilan Jakarta Utara telah memerintahkan persidangan atas kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilanjutkan besok, Selasa 3 Januari 2017.

Ahok didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Walau penegakan hukum terhadap Ahok sudah memasuki peradilan, sejumlah pihak masih melakukan upaya intervensi berupa pengerahan massa maupun propaganda di media massa berkaitan dengan kasus ini.

Seorang pengamat, Osriel Limbong, M.Si Direktur Sumut Institute, lembaga kajian sosial politik dari Medan menilai bahwa pro dan kontra atas persidangan Ahok tidak akan bisa dihindari.

“Ada tiga hal yang menyebabkan kasus ini menjadi isu yang paling populer saat ini. Pertama dugaan penistaan agama dilakukan oleh pejabat publik, dilakukan oleh etnis Cina yang beragama non muslim, serta dilakukan menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2017,” tuturnya pada media ini, Senin, 2 Januari 2017.

Oleh karena itu, kata Osriel, pro dan kontra terhadap kasus Ahok tersebut, baik melalui media sosial maupun dengan pengerahan massa, berpotensi merusak kerukunan umat beragama dan kebhinekaan di Indonesia.

“Maka sepatutnya, kita mendukung penyelesaian kasus Ahok melalui lembaga peradilan, institusi yang diakui bersama oleh seluruh anak bangsa,” jelasnya.

Selain mempercayakan ujungnya kasus Ahok pada penegakan hukum yang berlaku di negara ini, apa yang dapat kita lakukan selaku warga Indonesia, khususnya masyarakat Sumatera Utara untuk meminimalisir terjadinya perpecahan bangsa akibat peristiwa ini?

Menurut Osriel, sikap dan perilaku kita sebagai masyarakat sangat menentukan perkembangan situasi dan kondisi sosial politik ke depannya. “Bagaimana sikap dan reaksi kita terhadap kondisi kebangsaan kita saat ini? Apakah kita hanya akan diam, atau justru meneguhkan kebhinekaan Indonesia?” ujarnya.

“Jawabannya ada pada diri kita masing-masing. Namun yang paling penting adalah, dengan adanya kasus Ahok ini, kita semakin aware, peduli, terhadap situasi dan kondisi sosial politik, serta menjunjung tinggi sikap toleransi terhadap sesama insan bangsa,” pungkasnya.(SN/Red)

Tags: