Alam Aksi Minta Kejatisu Tuntas Dugaan Korupsi di dua instansi BWS Sumatera II dan BKP Kota Medan

Hukum & Kriminal 0

Alam Aksi Minta Penuntasan Kasus Korupsi di Kejatisu

Alam Aksi Minta Penuntasan Kasus Korupsi di Kejatisu

DETEKSI.COM – Medan, Puluhan Mahasiswa Yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Anti Korupsi (Alam Aksi) Sumatera Utara ( Sumut) melakukan aksi unjuk rasa didepan gedung Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ( Kejati Sumut) di Jalan A H Nasution Medan, Kamis (29/12/2016).

Kedatangan para aktivis penggiat anti korupsi dari kalangan mahasiswa itu menuntut penuntasan indikasi korupsi yang terjadi di dua instansi yaitu Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II dan Badan Ketahanan Pangan Kota Medan.

Dalam orasinya, Para pengunjuk rasa meminta Kejatisu dapat membongkar aktor intelektual yang terlibat dalam pelaksanaan proyek belanja modal pengadaan alat-alat laboratorium kimia tahun 2014 yang dilaksanakan CV Dua Putri dengan nilai kontrak Rp 357.838.000, tahun 2015 yang dilaksanakan oleh CV Athaya Mitra Pratama dengan nilai kontrak Rp 1.161.784.250, yang dilaksanakan oleh PT Asia Nata Husada dengan nilai kontrak Rp 2.484.700.000, tahun anggaran 2016 yang dilaksanakan oleh PT Hexa Multi Sarana dengan nilai kontrak Rp 5.766.959.000 yang di anggap sarat indikasi korupsi dalam pelaksanaannya.

Tidak hanya itu keganjilan juga terdapat dalam pelaksanaan proyek di BWS, yaitu pelaksanaan Rehabilitasi jaringan reklamasi rawa sei kualuh di Kabupaten Labuhan Bantu Utara (Labura) dengan nilai kontrak 56 miliyar lebih berasal dari APBN tahun 2014, diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis dilihat dari hasil pekerjaan yang sudah hancur.

” Dari semua indikasi korupsi yang kami sampaikan melalui pernyataan sikap kami, kami meminta agar pihak Kejatisu segera memanggil kedua intansi ini yang diduga telah merugikan Negara, karena jika dibiarkan akan menciptakan peluang yang lebih besar kepada oknum pejabat menyelewengkan uang rakyat,” teriak suparman selaku koordinator aksi.

Setelah hampir satu jam berorasi, para pengunjuk rasa langsung diterima oleh bagian Humas Kejatisu Yosgernold Tarigan SH MH, yang langsung menanggapi aspirasi para kelompok mahasiswa tersebut. Ia meminta agar para pengunjuk rasa agar dapat langsung melaporkan secara resmi jika memang memegang data yang akurat tentang adanya indikasi korupsi.

“Kepada seluruh teman-teman yang melakukan aksi, agar supaya melengkapi data yang dimaksudkan dan dilaporkan secara resmi, agar bisa kita lakukan penindakan, dan aspirasi saudara semua akan saya sampaikan kepada pimpinan,” tuturnya.

setelah menerima tanggapan dari pihak Kejatisu para pengunjuk rasa langsung membubarkan diri dengan tertib. (Aji)

Tags: