Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pendidikan Minta MAP N 4 Jangan di Politisasi

MeBiDangRo 0
ampp-sumut-demo-kandepag-kota-medan.

AMPP Demo Kantor Depag Kota Medan

DETEKSI.co – Medan, Puluhan massa dari Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pendidikan (AMPP) Sumatera Utara melakukan aksi unjuk rasa di Kandepag Kota Medan Kamis (6/9/2018). AMPP menuding unjuk rasa yang terjadi di MAP N 4 Martubung pada hari pertama tanggal 16 Juli 2018 Lalu dan pada hari kedua tertanggal 17 Juli 2018 tepat pada tahun ajaran baru diduga di Politisasi.

Hal ini dikatakan koordinator aksi, Rilo Rahmat Hidayah S Sos, Dalam orasinya dengan tegas mengatakan dunia pendidikan jangan Politisasi.

” Proses belajar mengajar di sekolah harus terjamin dan jauh dari Politisasi ,” tegas Hidayah didepan kantor Departemen Agama (Depag) Jl. Sei Batu Gingging No.12 Medan, Kamis (6/9/2018) pukul 12:30 Wib.

Amatan wartawan dilapangan, Kasi Pendidikan di Depag Kota Medan mencoba menerima aspirasi dari AMPP namun massa tidak mengindahkan. Dengan teriakan massa meminta agar Kakandepag menerima aspirarasi massa.

Hal senada juga diungkapkan koordinator lapangan, “Kandepag harus memberi sanksi kepada oknum guru PNS yang menjadi Grandesign dari semua demontrasi di MAPN 4 Martubung.

” Kakandepag harus menjelaskan kepada publik terkait nomor surat : B-3335/KK.0215/1.c/PP.00/2018 menurut kami ada dugaan penyalahgunaan wewenang dan jabatan,” tegas Awaluddin.

Masih Awaluddin, Pemicu permasalahan MAP N 4 Martubung karena tidak ada ketegasan pemimpin yang diatas, ” Kami minta Kakadepag mundur dari jabatannya,” tegasnya.

Massa AMPP menilai, unjuk rasa siswa yang terjadi di MAP N 4 Martubung merupakan hal yang tidak seharusnya terjadi, dan ini jelas mencederai dunia pendidikan. Sampai hari ini peristiwa tersebut belum ada penyelesaian yang konkrit dan terkesan ada pembiaran.

Sebab, Melihat proses pembelajaran di MAPN 4 Martubung sudah terkendala selama dua bulan lamanya dan itu tidak normal, karena terus menerus terjadi demonstrasi dari kalangan siswa yang semuanya itu diduga di prakarsai oleh oknum guru.  (Red)

Tags: