AMPP Desak Kandepag Kota Medan Segera Mundur dari Jabatannya

MeBiDangRo 0
ampp-demo-kantor-kandepag-provsu.

Massa AMPP didepan Kantor Wilayah Depag Provsu

DETEKSI.co – Medan, Aliansi Mahasiswa Pemerhati Pendidikan (AMPP) Sumatera Utara kembali geruduk Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kota Medan Jl. Sei Batu Gingging No.12 Medan Senin (10/9/2018) pukul 11:30 Wib. Massa AMPP mendesak agar Kandepag Kota Medan segera mundur dari jabatannya.

Terungkap hal ini lewat press release disampaikan Koordinator aksi, Rilo Rahmat Hidayat dengan lantang mengatakan permasalahan di MAP N 4 terkesan di Politisasi, terbukti dengan adanya unjuk rasa di sekolah tersebut. Pada hari pertama tanggal 16 Juli 2018 Lalu dan pada hari kedua tertanggal 17 Juli 2018.

” Aksi demo inilah telah mencoreng dunia pendidikan, dan itu merupakan kegagalan seorang pemimpin tidak lain Kandepag, Makanya kami hadir disini menuntut Kepala Departemen Agama Kota Medan segera mundur dari jabatannya,” tegas Rilo

Seharusnya kata Alumni fakultas dakwah dan komunikasi UIN SU, Kandepag bertindak arif dan bijak dengan memberi sanksi terhadap oknum guru PNS yang menjadi grandesign dari semua demontrasi di MAP N Martubung,tuturnya.

Anehnya kata Rilo, Pegawai Depag Kota Medan bernama Himpun Siregar mengaku menjabat sebagai Kasi Pendidikan Madrasah, dan saat menerima aspirasi AMPP mengakui kalau tuntutan waktu demo hari itu telah ditindaklanjuti, katanya lagi sudah 16 orang di periksa termasuk Kepala Sekolah dan hal ini pihak Kanwil Depag Sumut telah mengetahui perihal yang saya sampaikan, kata Rilo menirukan ucapan Himpun.

Masih hari yang sama, Ketika kami demo didepan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara Jl. Gatot Subroto No.261 Medan, P. Pohan yang menerima aspirasi kami mengatakan terkait permasalahan di MAP N 4 Martubung dan serta info sudah 16 orang di periksa termasuk Kepala Sekolah, hal itu pihak Kanwil Depag Sumut tidak mengetahui.

” Hebat kali bah, Depag Kota Medan mengibuli Kanwil Depag Sumut,” keluh Rilo.

Sementara Koordinator lapangan, Awaluddin Nasution mengecam terkait ketidakpastian penyelesaian berbagai permasalahan MAP N Martubung. Menurutnya lembaga pendidikan harus bersih dari setiap campur tangan politik.

” Jangan jadikan sekolah MAP N Martubung ajang politik praktis ” tegas Awaluddin.

Perubahan paradigma dalam dunia pendidikan harus sejalan dengan kemajuan zaman, supaya siswa mendapat pembelajaran yang Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Tetapi fakta yang terjadi di MAPN 4 Martubung, proses belajar mengajar terkendala selama dua bulan lamanya dan itu tidak normal, karena terus menerus terjadi demonstrasi dari kalangan siswa yang semuanya itu diduga di prakarsai oleh oknum guru, beber Awaluddin. (Red)

Tags: