Aneh, Calo SIM Keroyok Anggota Sabhara “Korban Tak Melapor”

Hukum & Kriminal 0

Personil Sabhara Polrestabes Medan

Personil Sabhara Polrestabes Medan

DETEKSI.co – Medan, Terkait pengeroyokan yang di lakukan 3 orang calo SIM terhadap anggota Sat Sabara Poldasu, Bripda Hendra, di Jalan HM. Said, Kecamatan Medan Timur, Kamis (11/1/2017) sore, tak berlanjut. Pasalnya, Bripda Hendra saat kejadian yang mengaku dikeroyok 3 orang calo SIM Satlantas Polrestabes Medan, tak meneruskan laporan resminya.

Hal tersebut disampaikan, Kasat Sabhara Polrestabes Medan, AKBP Fadris, ketika dikonfirmasi melalui telephone selulernya. “Iya, sudah saya tanyai anggota saya yang dipukuli itu, tapi dia bilang gak ada, sehingga dia tak membuat laporan,” kata, AKBP Fadris, Kamis (12/1/2017) jam 13.15 wib.

Kuat dugaan, korban tak melapor lantaran tak memiliki luka saat bergumul oleh ketiga pria calo SIM yang juga merupakan warga sekitar. Pasalnya, sebelum dikeroyok, korban mencoba menolong seorang pria turunan Tionghoa yang uang pengurusan SIMnya dilarikan oleh salah satu calo.

Karena korban mengejar dan meneriaki sang calo, Bripda Hendra lantas mengejarnya. Disitu, Bripda Hendra sempat berkelahi dengan salah seorang calo, namun 2 orang teman calo SIM tersebut membantu rekannya mengeroyok oknum polisi berpakaian lengkap itu.

Perkelahian tak berlangsung lama, ketiga pelaku langsung kabur melihat warga sudah ramai. Ditambah lagi, Bripda Hendra langsung meminta bantuan temannya.

Lantaran anggotanya tak melapor tentang kejadian itu, Sat Sabhara Polrestabes Medan mengaku tak melakukan penyisiran terhadap sejumlah calo SIM di Sat Lantas Polrestabes Medan.

Namun saat disinggung mengenai, pria lanjut usia (Lansia) turunan Tionghoa yang dibela Bripda Hendra, lantaran ditipu ketiga calo SIM tersebut, dan dibawa personil Sat Sabhara untuk melapor serta menjadi saksi di Samsat Jalan Putri Hijau, AKBP Fadris, mengatakan tidak mengetahuinya.

“Dari semalam saya masih di rumah sakit, jadi saya hanya menanyakan kepada anggota saya prial kejadian itu. Kalau mengenai korban penipuan nya, saya tidak tau. Saya cuma menanyakan anggota saya saja. Kalau korban lain saya gak tau,” pungkasnya.

Dari amatan wartawan di lokasi Sat Lantas Polresta Medan, hingga siang ini, keberadaan calo sepi. “Banyak gak masuk calo disini bang, entah kemana mereka. Kurasa karena kejadian semalam yang melarikan uang konsumen pembuat SIM. Tapi, mereka paling disekitar sini. Soalnya rumah mereka dikawasan ini juga,” ucap salah seorang pria yang sering nongkrong di Satlantas Polresta Medan.

Diberitakan sebelumnya, suasana di depan Kantor Camat Medan Timur, Jalan HM. Said, Medan, seketika ramai dipadati warga dan pengguna jalan.

Perkelahian tak seimbang tiba-tiba, terjadi, antara seorang anggota polisi Sat Sabhara Poldasu berinisial Bripda H, antar 3 warga yang diduga calo SIM di Satlantas Polrestabes Medan, Rabu (11/1) jam 11.30 wib.

Informasi yang diperoleh dilokasi, perseteruan antara personil Sabhara terjadi, Bripda H lantaran, melihat seorang pria tua turunan Tiongho, cekcok dengan salah seorang warga.

Niatnya, Bripda H ingin membantu. Pasalnya, pria tua turunan Tiongho yang belum diketahui namanya itu, mengaku ditipu oleh calo SIM dan telah membawa lari sejumlah uang miliknya.

Karena merasa iba, Bripda H langsung mendatangi pria si calo SIM tersebut. Namun, kedatangan Bripda H yang berpakaian polisi lengkap, tak menuiutlan nyali sang calo. Dibantu 2 rekannya yang juga calo SIM di Samsat Polrestabes, Bripda H, sempat kalah bergumul.

Beruntung, Bripda H cepat melapor ke komando. Tak berselang lama, puluhan personil Sat Sabhara Putri Hijau, datang ke lokasi menggunakan 2 mobil. Mereka langsung menyisir disekitar lokasi, termaksud di kawasan Satlantas Polrestabes Medan yang letaknya tak berjauhan dari lokasi.

“Saya dikeroyok komandan. Langian saya, gak mau ribut dan menghargai warga disini. Kami sempat bergumul tapi mereka langsung lari kearah belakang rumah warga,” ucap, Bripda H, saat ditanyai perwira balok emas 2 selaku atasannya yang datang ke lokasi.

Karena tak menemukan pelakunya, personil Sat Sabhara pun menyarankan pria lansia turunan Tionghoa tersebut agar melaporkan kejadian itu ke kantor Sahabara di Jalan Putri Hijau Medan.

“Kalau bapak merasa tidak senang dan menjadi korban, bapak dipersilahkan melapor ke kantor. Ayok biar kita antar,” bilang perwira balok dua emas di pundaknya itu, sembari pergi membawa korban dan personil lainnya menggunakan mobil polisi.

Akibat kejadian itu, kemacetan beberapa menit di lokasi sempat terjadi. Warga yang sempat keluar rumahnya, berangsur-angsur kembali melakukan aktifitas. Namun, warga menyebut mengenali salah satu calo sim yang sempat mengeroyok anggota Sat Shabara.

“Mereka calo SIM di Satlantas ini bang. Mereka orang sini juga. Tadi pas datang bantuan polisi, mereka lari kebelang rumah warga,” ucap, Adi, warga sekitar.

Sementara, pria Turunan Tionghoa yang menjadi korban penipuan mengatakan, uangnya dilarikan oleh salah satu pria yang dikenalnya di Satlantas Polrestabes Medan. “Mereka melarikan uang saya,” kata, pria turunan Tiongho yang memakai kacamata ini.

Terkait peristiwa tersebut, Kasat Sabara Polrestabes Medan, AKBP Fadris ketika dikonfirmasi kru koran ini mengatakan, belum menerima laporannya. “Belum ada, coba nanti kicek lagi ya,” sebutnya melalui telephone seluler. (Red/ari)

Tags: