Anggota Dewan Terdiam, PPK Proyek Rp 7 Milliar Siap Diperiksa

Daerah 0
ppk-murni-panjaitan.

Murni Panjaitan

DETEKSI.co – Nias Utara, Murni Br.Panjaitan,ST selaku PPK atas Proyek Rp 7 Miliar untuk pembangunan buka badan jalan baru di Desa Sihene Asi Lafaua Kecamatan Lahewa, Banyak di sorotin berbagai Elemen, baik media cetak, Online dan LSM. Tidak mau ketertinggalan, kini DPRD Nias Utara melakukan peninjauan lapangan.

Sekali pun banyak yang menyoroti terkait dugaan mark up atas pembangunan jalan baru tersebut yang tidak bermanfaat bagi masyarakat setempat. Murni Br.Panjaitan,ST selaku PPK tidak gentar dengan lantang menuturkan siap untuk diperiksa oleh penegak hukum.

Hal ini diterungkap saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Nias Utara Senin (31/7/2017 di ruang pertemuan, hadir dalam RDP tersebut diantaranya Ketua Komisi C Noferman Zega, Ibelala Waruwu, Pidaman Nazara, Suardin Nazara, Dusman Zebua dan Yaaman Telaumbanua.

Amatan hariandeteksi.com di RDP tersebut, Komisi C memprotes sejumlah item yang diduga tidak sesuai dengan aturan berdasarkan hasil peninjauan dilapangan pada tanggal 28 Juli 2017 lalu, antara lain Pemasanga Parit, ketebalan Timbunan Bukhõ ( Batu Kapur ) dan Kontrak yang belum di pegang oleh pihak rekanan.

Menjawab semua berbagai pertanyaan dan kritikan Anggota DPRD, Murni Panjaitan dengan Tegas Menjawab bahwa apabila ada Mark Up dirinya siap diperiksa bahkan siap bertanggungjawab. ” Apabila ada mark up pada proyek 7 Miliar tersebut maka saya sebagai PPK sekali lagi siap mempertanggungjawabkannya, ucapan Murni.

Anehnya, Pernyataan PPK ini membuat sejumlah anggota DPRD Nias Utara hanya terdiam saja tanpa memberi respon, seolah kehabisan bahan untuk mempertanyakan segala sesuatunya terkait masalah tekhnis.

Dalam RDP tersebut dengan sigap Murni menjawab pertanyaan para anggota dewan, katanya Panjang 5 Km Lebar 6 Meter, dan Ketebalan 25 Cm dengan memakai Kayu Gambangan sebagai Dasar Timbunan, Selain itu ada Dalam perencanaan Sebelumnya Bronjong 1.700 M3 Namun item ini sudah di Ganti dengan Tembok Penahan 700 M3 dan ada Parit pasangan yang menelan biaya 400 juta lebih.

Digedung DPRD Nias Utara, Sekretaris DPK LAKRI Nias Utara, Bazatulo Zega menanggapi terkait pernyataan Murni Panjaitan dengan menantang sejumlah anggota dewan duduk di Komisi C, ” Kalau Komisi C DPRD Nias Utara takut menerima tantangan dari ibu Murni Panjaitan, Kami dari DPK LAKRI Nias Utara akan merima tantangan tersebut.

Untuk itu kata Bazatulo, Kapolres Nias dan Kejaksaan Negeri Gunungsitoli harus turun tangan janganlah tutup mata dan telinga, Sekedar memberitahukan bahwa karena dalam waktu dekat ini beberapa lembaga kontrol sosial akan menyampaikan Laporan kepada penegak Hukum untuk mencegah terjadinya Korupsi Kolusi Dan Nepotisme yang akhirnya mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan daerah kabupaten Nias Utara. (Yason Harefa)

Sumber, HarianDeteksi.com

Tags: