Benakah Sayuti Margolang Diduga Korban Mal Praktek Dr.Prasojo

Kesehatan 0

DETEKSI.co – Medan, Diduga korban mal praktek, Sayuti Margolang Hasibuan pasien RS.Imelda Jalan Bilal menuntut Dr.Prasojo, kini korban pun susah untuk berjalan.

” Tibanya saya di RS.Imelda, karena saya mengalami kecelakaan di Labuhan Deli. Dari kecelakaan tersebut, Dr.Prasojo yang bertugas di RS.Imelda menyatakan bahwa kaki saya patah dan harus di operasi  pasang pen. Lalu, saya dan keluarga menyetujui apa yang di ucapkan Dr.Prasojo.Heranya Dr. Prasojo mengambil tulang pinggul saya untuk di sambungkan ke kaki saya yang patah. Dengan alasan Dr.Prasojo urat saraf saya banyak yang tidak berpungsi. Semenjak tulang  pinggul saya di ambil. Akibat itu saya menderita sakit di saat jalan kata,” Sayuti, Kamis (1/2/2018) yang lalu di dampingi kuasa hukumnya Ahmad Dahlan Hasibuan SH, MH, di Pengadilan Negri Medan.

Lanjut Sayuti Margolang Hasibuan” operasi pemasangan pen di kaki saya. Tidak sesuai apa yang di ucapkan Dr.Prasojo.Makanya saya mengambil jalur hukum di pengadilan Negri ini. Saya berharap Dr.Prasojo harus di beri hukum sesuai dengan pasal yang di langgarnya. Soalnya, akibat mal praktek yang di lakukanya  sama saya. Jadi kesakitan berjalan walaupun sudah saya ganjal pakai sandal” ujarnya bertatih – tatih kesakitan memakai tongkat.

Informasi yang beredar, minggu 4/2/2018, hakim rencananya menjalanni sidang lanjutan dugaan kasus mal praktek Rumah Sakit Imelda, kamis 1/2/2018, di pengadilan negri (PN) Medan dengan agenda meriksa beberapa saksi. Karena Dr Prasojo menginginkan, dirinya menjadi saksi hakim menolak.

Karena, pelaku utama mal praktek Dr.Prasojo sendiri yang menangani medis sama penggugat.Ternyata Dr.Prasojo yang bertugas di RS.Imelda, ingin membuat hukum menjadi perdata.Soalnya Dr.Prasojo, tidak bisa menghadiri beberapa saksi yang di mintai hakim.Makanya, ia yang menginginkan jadi saksi mal praktek yang menimpa penggugat Sayuti Margolang Hasibuan.

Sementara, kuasa hukum Sayuti Margolang Hasibuan, Dahlan Hasibuan SH,MH saat di konfirmasi melalui henfon mengungkapkan, di tolaknya Dr Prasojo sebagai saksi mengacu undang – undang No 44 tahun 2009, tentang Rumah Sakit.Jadi tim medis Rumah Sakit ,harus mempertanggung jawabkan kelalaian yang di lakukan sama pasienya.Apalagi, tersangkanya sendiri Dr.Prasojo yang melakukan mal praktek sama pasienya di Rumah Sakit Imelda. Makanya hakim menolak Dr.Prasojo jadi saksi Rumah Sakit Imelda yang melakukan mal praktek sama pasienya” Tegasnya.

Ahmad Dahlan Hasibuan SH,MH menambahkan karena, pihak Rumah Sakit Imelda tidak bisa menghadiri saksinya.Sidang akan di lanjutkan dua minggu lagi di pengadilan negri (PN) Medan.Pelaku utamanya, sudah jelas Dr.Prasojo sendiri. Karena bagian, tulang pinggul pasien di ambil Dr.Prasojo untuk di sambungkanya ke kaki pasien,” ujarnya.

Pihak Rumah Sakit Imelda, Jalan Bilal saat di konfirmasi di duga mengelak. Soalnya, penanggung jawab RS.Imelda maupun humas tidak berada di tempat. Apalagi ,salah seorang wanita yang bertugas di bagian informasi bernama Helen Siregar. Dengan lantamnya mengaku sebagai kordinator Rumah Sakit. Kalau untuk konfirmasi sama direktur Rumah Sakit dan humasnya, mengenai gugat dugaan mal praktek.

Silahkan  konfirmasi di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Karena masalah ini sudah di tanganni, pengadilan negeri (PN) Medan,ujarnya sambil pergi meninggalkan sejumlah media yang ingin konfirmasi terkait mal praktek yang di lakukan tim medis RS.Imelda” (Afdal S)

Tags: