Beruntung Lompat dari Angkot, AN Siswi SMA Selamat dari Peras Pria Tak Dikenal

an-siswa-sma-korban-pemerasan

Korban Pemerasan Didalam Angkot An (16) Derita Luka-luka

DETEKSI.co – Medan, Diduga telah menjadi korban pelecehan seksual, anak baru gede (ABG) yang berinisial AN (16) ini ditemani oleh kedua orang tuanya mendatangi Mapolsek Medan Baru guna melaporkan kejadian yang menimpa putrinya, Sabtu (4/6/2017) kemarin.

Siswi SMA di Kota Medan berinisial AN (16) yang loncat dari Angkutan Kota (Angkot) karena mendapat pelecehan seksual melapor ke Mapolsek Medan Baru, Senin (5/6/2017).

Ketika membuat laporan Polisi di Polsek Medan Baru, siswi SMA di salah satu sekolah di Kota Medan ini bercerita, ketika itu dia hendak menaiki angkot sepulang sekolah, setelah menaiki angkot, ternyata di dalam angkot itu sudah ada tiga penumpang, dua diantara penumpang itu adalah wanita dan satu penumpang pria.

Tidak berapa lama, kedua penumpang wanita itu pun turun. Setelah kedua penumpang wanita turun, ternyata penumpang pria yang belum diketahui identitasnya itu sedari tadi memperhatikan korban, melihat gerak geriknya mencurigakan karena merasa dibayangi rasa ketakutan korban pun melompat dari dalam ke luar angkot tepatnya diĀ  depan Rumah Sakit Umum Advent di Jalan Gatot Subroto, Medan.

Beruntung, pada saat melompat dari dalam angkot korban tidak mengalami luka yang cukup serius dan korban hanya mengalmi luka-luka di bagian tubuhnya yakni, tangan, jidat dan kakinya disebabkan karena terjatuh dari dalam angkot yang ketika itu sedang melaju kencang

Kepada wartawan korban AN mengatakan bahwa dirinya merasa ketakutan terhadap pria.

“Saya takut sama pria itu,” ungakapnya sembari mengatakan dibagian tubuhny mengalami luka lecet dan bahunya mengalami sakit karena terkilir.

Saat ini AN masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Medan Baru, untuk melengkapi laporannya.

Ketika dikonfirmasi kepada Panit Reskrim Polsek Medan Baru, Iptu Dwikora Tarigan mengatakan AN bukan korban pelecehan seksual melainkan korban pemerasan di dalam angkutan kota (angkot).

“Pria itu meminta uang kepada korban, lalu korban memberikan uang Rp5000 ribu kepada pria itu, karena merasa kurang kemudian pria itu terus mamaksa korban untuk mengeluarkan semua uang korban. Karena ketakutan, disitulah korban langsung melompat dari dalam angkot,” kata Iptu Dwikora Tarigan saat berada diruang Unit Perlindungan Prempuan dan Anak (PPA) Polsek Medan Baru.

Ketika disinggung, sebelum melompat apakah korban telah mengalami pelecehan seksual. “Tidak benar, pria itu meminta uang kepada korban, lalu korban memberikan uang sebesar Rp5000 ribu dan korban pun langsung melompat dari dalam angkot,” jelasnya. (Robertus)

Tags: