Dibayar Rp 2,5 M Habisi Nyawa Kuna Polisi Amankan 8 Pelaku 2 Diantaranya Tewas Ditembak

Hukum & Kriminal 0
Kapolda Sumut Paparkan Penangkapan Pembunuh Indra Gunawan alias Kuna.

Kapolda Sumut Paparkan Penangkapan Pembunuh Indra Gunawan alias Kuna.

DETEKSI.co – Medan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, MSi memaparkan kepada wartawan bahwa pihaknya telah berhasil mengungkap pelaku pembunuh pemilik toko Senjata Soft Gun hingga menyebabkan korban tewas.

Kini, tersangka yang diamankan sebanyak 8 orang. Termasuk pengusaha berinisial RA atau RJ yang disebut-sebut sebagai otak pembunuhan dengan memberi bayaran Rp 2,5 Miliar kepada pelaku eksekutor.

Petugas menemukan barang bukti berupa tiga pucuk senjata api jenis revolver dan bergerak memburu eksekutor pembunuhan terhadap Kuna (seri ke-2) bernama Putra. Saat ditangkap, tersangka Putra melakukan perlawanan terhadap petugas dengan menyerang menggunakan samurai sehingga tersangka ditembak dan akhirnya meninggal dunia.

“Tersangka yang meninggal dunia adalah Rawi, ditangkap tadi pagi dan tersangka Putra ditangkap pukul delapan tiga puluh tadi pagi. Keduanya terpaksa ditembak hingga akhirnya meninggal dunia karena melakukan perlawanan terhadap polisi,” jelas Rycko, Minggu (22/01/2017).

Usai membekuk tujuh tersangka komplotan pembunuh bayaran tersebut, petugas kepolisian Minggu sekitar pukul 13.30 WIB lalu berhasil membekuk otak pelaku pembunuhan, berinisial RA alias RJ di Jambi.

“(RJ) sudah dua kali melakukan pemesanan pembunuhan terhadap korban, kita akan terus ungkap apakah ada kasus lain yang terus dikerjakan kelompok ini, hari ini seluruh rumah tersangka di police line atas kejadian ini,” ujar Irjen Rycko.

Ditempat yang sama, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Sandi Nugroho, SH.SIK mengatakan tersangka RJ alias RA membayar Rp 2,5 Miliar kepada kelompok bayaran untuk menghabisi nyawa korban. “Sudah diterima Rp50 Juta oleh tersangka Rawi, kita masih terus mendalaminya,”sebutnya.

Disinggung lebih lanjut motif antara RJ dengan korban, Sandi mengatakan ada dendam pribadi tersangka RJ alais RA karena kata-kata korban yang menyakiti hati tersangka. “Motifnya ada dendam pribadi,” ucap Kapolrestabes Medan.

Identitas kedelapan tersangka itu adalah, otak pelaku RJ alias RA (45) seorang pengusaha tambang. Sedangkan tersangka lain, Jo Hendal alias Zendal (41) warga Jl Sukaraja Batubara, Sumut berperan sebagai joki sepeda motor, Chandra alias Ayen (38) warga Jalan Tulang Bawang, Medan Petisah berperan menyimpan senjata api, John Marwan Lubis alias Ucok (62), warga Jl Sei Deli Medan, yang juga berperan menyimpam senjata api.

Tersangka Wahyudi alias Culun (33) warga Jl Karya Jaya, Gg Karya Ikhlas, Kecamatan Medan Johor, yang berperan membantu tersangka pemukulan kabur, dan M Muslim (31), warga Jalan Sampali, Kelurahan Pandau Hulu, Kecamatan Medan Area yang berperan membunuh karyawan korban tahun 2014 silam.

Sedangkan dua tersangka yang tewas ditembak karena melawan saat ditangkap petugas adalah Putra (31) yang berperan sebagai eksekutor penembak Kuna, dan Rawindra alias Rawi (40) warga Jalan Waru Medan, yang berperan mencari eksekutor dalam skenario pembunuhan.(Subma)

Tags: