Elyana Divonis 9 Bulan Penjara, PH Terdakwa : Putusan Hakim Tak Sesuai Fakta Persidangan Minta Banding

Hukum & Kriminal 0

Sidang Kasus Penyiraman Kopi di Cakra II PN.Mdn,Selasa (30/1/2018).

DETEKSI.co – Medan, Dede Gunawan,SH selaku Penasehat Hukum (PH) Elyana, terdakwa penyiraman air kopi hangat kepada mertuanya Carissa menilai vonis Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan selama 9 bulan penjara tak sesuai dengan fakta di persidangan.

“Kami banding yang majelis. Putusan ini tidak mencerminkan rasa keadilan,” ujar Dede Gunawan menanggapi putusan majelis hakim ketika sidang digelar di ruang Cakra II, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (30/1/2018) sore.

Lebih lanjut Dede mengungkapkan, pihaknya juga akan melaporkan Riana Pohan kepada Komisi Yudisial (KY) karena sikapnya selama di persidangan.

“Perlu dicatat oleh teman-teman media. Dalam pelaporan kami ke KY bukan tentang putusan ini, melainkan sikap majelis hakim yang tidak objektif. Contohnya pada saat sidang beberapa waktu lalu, pertanyaan kita selalu dipotong – poyong. Kemudian kepada saksi majelis hakim juga mengatakan hati-hati jangan mau terjebak pertanyaan penasehat hukum. Harusnya tidak perlu terjadi seperti itu. Majelis hakim harus fair,” tukasnya.

Sebelumnya, majelis hakim menilai terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 351 ayat (1) tentang penganiayaan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 9 bulan kurungan penjara dipotong masa tahanan,” pungkas majelis hakim.

Sementara itu, menanggapi putusan tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun yang menuntut terdakwa selama 18 bulan penjara menyatakan pikir-pikir.

Sekadar mengetahui, kasus ini bermula saat terdakwa Elyana dituduh selingkuh oleh mertuanya Carissa. Hubungan keluarga mereka pun menjadi retak. Saat didamaikan di salah satu rumah kerabat mereka, terjadilah penyiraman air kopi yang dilakukan Elyana kepada Carissa. Dalam hal itu, Carissa mengklaim tubuhnya melepuh hingga akhirnya mempidanakan Elyana. (Red/ans)

Tags: