Gaji dan Bahan Bangunan Tak Dibayar, Pekerja Blokir Pembangunan Gudang Farmasi

Daerah 0

Bangunan Kantor Farmasi Nias Utara

DETEKSI.co – Nias Utara, Merasa di tipu oleh rekanan, sejumlah pekerja dan pemilik bahan material dalam pembangunan Gudang Farmasi Dinkes Kabupaten Nias Utara akhirnya memblokir lokasi pembangunan tersebut dan tidak di perbolehkan seorang pun bisa bekerja sebelum Gaji dan Biaya Bahan meterial di Bayarkan oleh pihak rekanan.

Amatan wartawan Deteksi.co dilapangan, para pendemo itu langsung turun ke lokasi Proyek pembangunan Gudang Farmasi. terlihat sejumlah masyarakat marah-marah karena hak mereka belum dibayarkan oleh pihak rekanan, Sementara Kontraktor hanya sibuk melakukan perhitungan volume pekerjaan dengan kepala Tukang di dalam sebuah warung dekat Bangunan proyek tanpa melakukan simpati kepada para pendemo.

Salah satu tukang mengaku bernama, Ama Besti Harefa menjelaskan pada hari Sabtu lalu Rekanan An.Hendrik menjanjikan sama mereka bahwa akan dibayarkan semua utang pada hari Sabtu (04/02/2017) namun hingga sampai Jam 20:00 Wib yang menjanjikan itu pun batang hidungnya tak muncul hingga mereka kesal bercampur marah namun karena beberapa saran dari beberapa Tokoh Masyarakat Akhirnya mereka mengurungkan niat untuk anarkis dengan membongkar bahan material yang telah mereka pasang.

Lanjut ama Besti Harefa bersama kawan kawan lainnya pada pagi Senin (06/02/2017) memblokir jalan menuju Bangunan Gudang Farmasi dan menggembok pintu masuk ke dalam Bangunan dan tidak satupun di perbolehkan masuk sebelum hak mereka di bayarkan.

Direktur PT.KARYA AGUNG PRATAMA CIPTA  ” FAOZATULO yang di kondirmasi oleh wartawan di Lokasi proyek terkait belum di bayarkan nya Gaji dan bahan Material kepada Masyarakat tidak memberi penjelasan atau alasan cuma memakai Jurus tutup mulut tanpa memberi komentar apapun.

Terkait masalah tersebut Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Relius Harefa S.Kom yang di konfirmasi mengatakan masalah Belum di bayar Gaji dan Bahan Material itu bukan Urusan PPK tetapi itu gawenya rekanan namun pekerjaan tersebut Baru 30% yang sudah di bayarkan kepada rekanan sementara Progres Pekerjaan hingga sampai saat ini sudah 90% setelah di lakukan perpanjangan Kontrak 50 hari sejak akhir tahun 2016 lalu ucap Relius Harefa.

Hingga Berita ini di turunkan penyelesaian Masalah Pembayaran Gaji dan Bahan Meterial belum selesai akibatnya Pekerjaan tidak bisa di lanjutkan.( Yason Harefa)

Tags: