Gema – Paluta Tuding Kajatisu Bagaikan Singa Ompong

Daerah 0

Massa Aksi Gema -  Paluta Demo Didepan Kejatisu

Massa Aksi Gema – Paluta Demo Didepan Kejatisu

DETEKSI.co – Medan, Puluhan massa Gerakan Mahasiswa Padang Lawas Utara (Gema – Paluta) geruduk kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) dijalan AH Nasution No 1 – C Medan, Kamis (16/2/2017) pukul 11:30 WIB. Gema – Paluta menuding Kajatisu Bagaikan singa ompong yang tak mampu menerkam mangsanya.

Massa aksi beralasan Kajatisu tak punya nyali menerima aspirasi Gema – Paluta terkait penuntasan dugaan korupsi yang melibatkan Drs H Bachrun Harahap dan Andar Amin.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum Gema – Paluta, dalam orasi politiknya mengatakan Kajatisu bagaikan singa ompong yang mengaum-aum tapi tak mampu menerkam. silahkan tangkap dan adili Drs H Bachrun Harahap dan Andar Amin.

“Sudah dua kali kami kemari, aksi pertama berjanji yang kedua kali berjumpa langsung dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara akan tetapi faktanya berbeda. Kajatisu tak punya nyali menerima kami sebagai mahasiswa dan generasi mudah yang juga calon pemimpin bangsa di Negeri ini. Singa ompong karena tak punya nyali membongar kasus korupsi di Pemerintahan Paluta dan Kota Padang Sidempuan. Ada apa dengan ini,” tanya Raja Uli Harahap sembari massa aksi geram dan marah sehingga mengoyang pagar pintu masuk. kami selaku mahasiswa sangat kecewa terhadap Kajatisu atas tidak bersedianya menerima aspirasi kami.

Hal senada juga disampaikan Ali Mukti, didepan kantor Kejatisu ratusan orang mendengar saat Ali dengan memakai pengeras suara mengatakan siapa yang tidak kenal dengan Drs Bachrum Harahap sipenguasa sekaligus motor penggerak pemekaran Kabupaten Padang Lawas Utara ( Paluta). seiring dengan kekuasaannya yang kokoh tak pelak untuk memenuhi segala kepentingan politiknya dan materi melalui cara menempatkan posisi yang dianggap strategis oleh anggotanya sendiri yang terakhir diketahui anggotanya itu menjadi Bonekanya.

Masih Ali, Tak tanggung-tanggung anggota dan pimpinan DPRD Paluta tak berkutik. pasalnya, Bila jetahuan ada anggota dewan yang dinilai terlalu vokal mengkritisi Pemerintahan. maka anggota dewan tersebut bakal di reposisi dari jabatannya sesuai dengan keinginan sipenguasa. Bukan itu saja, banyak terendus adanya bagi – bagi proyek yang mencapai milliar rupiah. dikalangan masyarakat dan mahasiswa itu tidak asing lagi tidak percaya silahkan penegakan hujum melakukan penyelidikan awal.

“KPK harus jemput Bola, kasus merekayasa Surat Perintah Mengeluarkan Uang (SPMU) dibeberapa SKPD Paluta, Bachrum dan besrrta 35 anggota DPRD sejak bulan Februari 2005 telah ditetapkan tersangka dengan surat nomor : Print-01/N.2.20/FD.1/01/2005. dalam kasus ini awalnya pemeriksaan Bachrum sebagai Saksi dan oleh pengembangan penyelidikan maka Bachrum pun ditetapkan tersangka oleh juru periksa Budianto Harefa.”beber Ali Mukti.

” Kami tidak mau dipimpin koruptor makanya Kajatisu harus menindak kasus dugaan koruspi yang terjadi di Paluta.” Ikbal.

Amatan wartawan dilapangan, pihak Kejatisu melalui S.Siagian menerima aspirasi Gema – Paluta. namun oleh massa aksi menolak. Ikbal Harahap mengatakan Kajatisu tak punya nyali menerima kami sebagai mahasiswa, padahal mahasiswa calon pemimpin di Negeri ini.

Berdasarkan release, Tiga tahun kemudian, Jaksa Muda Intelijen (Jamintel) kepada Jaksa Agung Muda tindak pidana khusus (Jampidus) memerintahkan agar kasus Drs H. Bachrum Harahap dibuka kembali hal ini sesuai surat Nomor : R-1108/D/Dek:1.07/2008. surat ini menjadi angin segar bagi masyarakat Paluta dalam Asas Kesamaan Hukum. akan tetapi hanya isapan jempol belaka pasal hingga saat ini penuntasan kasus yang menimpa Bachrum tak kunjung selesai, apalagi kasus anaknya pesimis. anehnya rumor beredar kasus korupsi bisa di SP3 kan di Negeri ini.

Andar Amin Harahap selaku Walikota Padang Sidempuan dan anak dari Drs H. Bachrum Harahap dinilai mahasiswa Gema Paluta peran ayahnya sangat teruji terbukti mampu meredam berbagai dugaan korupsi sehingga tidak mencuat ke Publik dan tak sampai ke telinga KPK. dugaan korupsi itu dimulai dari pengangkatan pegawai honorer seleksi CPNS, Mutasi Jabatan Kasek dan Kepala SKPD hingga bagi-bagi proyek, bahkan dikenal di Paluta Andar Amin itu dikenal sebagai Bupati kecil. (Dofu Gaho)

Sumber, www.hariandeteksi.com

Tags: