GMNI Tolak Faham Radikalisme Anti Pancasila

Politik 0

GMNI Kota Medan Long March dari Sekretariat menuju Kantor Dewan.

DETEKSI.co – Medan, Puluhan massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Medan, pada hari peringatan Hari Kebangkitan Nasional melakukan aksi damai dengan membentang spanduk sembari long march dari kantor Sekretariat jalan Kejaksaan Medan menuju Kantor DPRD Sumut, massa menuntut hentikan pencitraan yang mengatasnamakan Pancasila serta Tolak Faham Radikalisme Anti Pancasila, Senin (22/5/2017) Pukul 12:00 WIB.

Jangan lupa Sejarah bahwa, pada tanggal 20 Mei 1908 lahirlah sebuah organisasi Boedi Oetomo yang merupakan salah satu cikal bakal bangkitnya pergerakan Nasional melawan Kolonialisme, Imperialisme dan Kapitalisme yang telah lama melakukan penindasan dan penghisapan kepada Rakyat Indonesia.

Dalam release dijelaskan, 109 tahun lamanya peristiwa sejak tahun 1908 terjadi. Namun apa yang terjadi ,” Indonesia sebagai suatu negara yang mempunyai tujuan untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur hingga saat ini belum juga mendapatkan tujuan tersebut.

Hal ini diakibatkan karena banyaknya problematika yang terjadi di Negara yang penuh dengan sumber daya alam ini. Tentu saja Indonesia masih jauh dari cita – cita para pendiri Bangsa ini jika tidak ada persaudaraan dan persatuan Nasional disetiap jiwa dan raga seluruh rakyat Indonesia.

Saat ini Indonesia dihadapkan dengan beberapa masalah yang mengusik keutuhan Negara Indonesia Idiologi Pancasila sebagai Philosophisce Groundslag ( Filosofi Dasar) yang dimana dasar ini seyogianya menjadi ” Weltanschauung ” ( Pandangan Hidup) bangsa Indonesia untuk mencapai cita – citanya kini berangsur – angsur mulai digeser oleh sekelompok kepentingan yang tidak ingin Indonesia maju menuju kepada cita – citanya yaitu Sosialisme Indonesia ( Masyarakat yang adil dan Makmur).

Untuk itu sebagai bahan refleksi bagi kita semua segenap Rakyat Indonesia dan Khususnya Pemuda / Mahasiswa , kami Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI) mengajak segenap elemen bangsa untuk bersama – sama tidak melupakan peristiwa yang maha dahsat yang terjadi pada tgl 20 /5/1908 tersebut.

Maka dengan ini kami menyampaikan seruan kami kepada Pemerintah yaitu : Tegakkan UU-PA No 5 thn 1960, Cabut UU-PMA No 1 thn 1967 dan Revisi UU- Penanaman Modal No 25 thn 2007 yang tidak mensejahterakan Rakyat, Nasionalisasikan Aset – aset Asing di Indonesia yang telah banyak merugikan negara, Hapuskan sistim kerja Outsoursing yang tidak mensejahterakan buruh dan tolak UU No 13 thn 2013 tentang Ketenagakerjaan dan Tetapkan Pancasila 1 Juni 1945 menjadi Kurikulum Pendidikan Formal. (Dofu Gaho)

Tags: