Ini Penjelasan Kapoldasu Terkait Penyerangan Teroris di Markas

Hukum & Kriminal 0
kapolda-sumut-Irjen-Pol.-Dr.-H.-Rycko-Amelza-Dahniel-M.Si

Kapolda Sumut Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si memberi Penjelasan kepada wartawan

DETEKSI.co – Medan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel M.Si usai melaksanaan halal bilhalal di Mapolda Sumut menjelaskan, saat penyerangan berlangsung, anggota Brimob yang berjaga di Pintu 2 yang juga merupakan pintu masuk VIP sebanyak 14 orang dengan sigap langsung melakukan penyerangan balik dengan menembak pelaku. Begitu pula dengan 9 orang personil Sabhara langsung membantu meringkus kedua orang terduga teroris tersebut.

“Satu orang pelaku meninggal dunia di tempat terkena luka tembakan dan satu orang berhasil dilumpuhkan hidup hidup. Namun akibat penyerangan tersebut, satu Anggota jaga pos 3 dari Yanma Aiptu M. Sigalingging harus gugur dalam tugas dengan luka tusuk dan sobek di bagian pipi kanan, dagu, leher atas, dan dada kiri yang diduga karena terjadi perkelahian dan perlawanan di kamar pos jaga,” jelas Irjen Rycko.

Pada saat kejadian, lanjut Irjen Rycko, pos penjagaan di pintu 3 dijaga oleh 4 orang anggota Yanma, 2 orang dipenjagaan, sedangkan 2 orang lainnya melakukan patroli.

“Dua orang yang sedang berada di penjagaan tersebut adalah Aiptu M. Sigalingging dan Brigadir E. Ginting. Sebelum kejadian, Aiptu M. Sigalingging minta ijin istirahat di ruang jaga kepada Brigadir Ginting, sementara Brigadir Ginting berjaga dan jalan di depan penjagaan,” tutur Irjen Rycko.

Tak menyangka, Brigadir E. Ginting mendengar suara ribut di kamar penjagaan dan melihat ada dua orang asing sudah berada didalam kamar tempat Aiptu M. Sigalingging istirahat dan terjadi keributan.

“Brigadir Ginting kemudian mendatangi kamar dan terjadi perkelahian, pelaku berteriak ALLAHU AKBAR sambil mengancam dengan pisau. Akibat perkelahian tersebut mengakibatkan Aiptu M. Sigalingging tertusuk pisau yang dibawa oleh pelaku. Brigadir E. Ginting lalu lari berteriak meminta bantuan kepada anggota Brimob yang sedang patroli dan yang bertugas di pos Jaga 2. Anggota Brimob yang jaga langsung melakukan penyerangan dengan menembak pelaku sehingga satu orang pelaku meninggal dunia di tempat dan satu orang hidup,” jelas Irjen Rycko menjelaskan kejadian penyerangan tersebut.

Polda Sumut sendiri memiliki 2 pintu masuk dan 1 pintu keluar dan seluruhnya ditutup setelah jam 18.00 wib. Pintu 1 (pintu masuk) sendiri dijaga oleh 9 orang personil Direktorat Sabhara, Pintu 2 ( pintu masuk VIP) dijaga oleh 14 orang personil Sat Brimob sementara Pintu 3 (pintu keluar) yang menjadi target penyerangan terduga teroris dijaga oleh 4 anggota Yanma.

“Identitas kedua pelaku terduga teroris sudah diketahui dan sedang dilakukan pendalaman serta pengembangan. Diduga pelaku berafiliasi dengan sel jaringan teroris ISIS,” jelasnya.

Selain melumpuhkan kedua orang terduga teroris, Polisi juga telah menyita barang bukti dari kedua orang terduga teroris yaitu 2 buah pisau dapur, linggis serta bensi dan korek yang sempat hendak digunakan oleh para terduga teroris untuk membakar pos penjagaan tersebut.

Kapolda Sumut sendiri memerintahkan kepada seluruh jajaran Polda Sumut untuk tidak lengah selama pengamanan lebaran dan tetap meningkatkan pengamanan markas.

“Polda Sumut tetap fokus pada pengamanan markas, selain melaksanakan pelayanan dan pengamanan kepada masyarakat selama arus mudik dan arus balik lebaran,” ujar Kapolda Sumut.

Berita sebelumnya, http://deteksi.co/dua-diduga-anggota-isis-teror-polda-sumut-aiptu-m-sigalingging-tewas-ditusuk/ (Rel)

Tags: