JR Saragih Bangun Infrastruktur dan Peternakan Sapi di Kec. Panombeian Pane

Daerah 0

Bupati Simalungun, JR Saragih bersama warga

Bupati Simalungun, JR Saragih bersama warga

DETEKSI.CO – Simalungun, Guna mensukseskan program pemerintah dalam hal peningkatan kualitas swasembada pangan dan daging bagi pasar dalam negeri, Bupati Simalungun, JR Saragih akan membangun prasarana infrastruktur berupa perbaikan jalan hotmix sepanjang 6 KM di Nagori Pamatang Panombeian, Kecamatan Panombeian Panei, Kabupaten Sumalungun.

“Atas nama pemerintah Kabupaten Simalungun, Kami akan mengalokasikan dana sebesar Rp 6 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 207,” ungkap JR Saragih saat diwawancarai usai membuka acara adat “Memasuki Rumah Baru” Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Komaruddin Simanjutak, hari ini Sabtu (31/12/2016) di Panombeian Pane.

Tak hanya itu, JR Saragih pun menyambut baik dan akan menindaklanjuti gagasan Mayjen TNI Komaruddin Simanjutak dalam memberikan solusi bagi masyarakat di lingkungannya untuk membuka peluang baru dalam memenuhi sumber pendapatan ekonomi bagi keluarganya, yaitu dengan beternak sapi.

“Kita pun sangat ingin masyarakat lebih kreatif dalam mencari sumber penghasilan. Kalaulah misalkan setiap rumah memiliki peternakan sapi sudah barang tentu akan meningkatkan perekonomian masyarakat. Jika ekonomi baik, maka masyarakatnya pun baik. Baik itu secara mental dan pendidikan untuk masa depan anak-anak mereka,” ujar Bupati Simalungun.

Sementara itu, Mayjen TNI Komauddin Simanjutak, Asisten Teritoritorial TNI Angkatan Darat mengatakan, bahwa dirinya sebagai warga yang baru pulang dari perantauan ingin memotivasi masyarakat di kampungnya supaya mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia bahkan dengan negara lain. Sekaligus mensukseskan program pemerintah untuk swasembada pangan dan daging.

Dikatakan olehnya, masyarakat sekitar dapat belajar beternak sapi ke dirinya, mulai dari membersihkan kandang, mengasih makan dan minum, mencari rumput, hingga cara lain-lainnya. “Sebenarnya beternak sapi lebih prospektif daripada bercocok tanam. Dalam hitungan tiga tahun, para peternak sapi mampu menghasilkan pendapatan sebanyak Rp 46 juta per tahun,” tambahnya.

Pada kesempatan itu pun Komaruddin Simanjutak menerangkan, bahwa peternakan sapinya yang kini sudah mencapai 36 ekor ini diharapkan dapat menjadi motivasi, pembelajaran sekaligus percontohan bagi masyarakat di kampungnya untuk beternak sapi.

“Selain hasilnya yang prospektif, masyarakat sini mampu bersaing dengan daerah lain, diharapkan juga Kampung Pamatang Panombeian ini menjadi pemasok daging sapi terbesar sekaligus menjadi ikon di wilayah ini,” harap sang Jenderal pada para tetangganya. (Rel)

Tags: