Kapolda Sumut Paparkan Kasus Tindak Pidana Pemalsuan SIM

Hukum & Kriminal 0
kapoldasu-paparkan-kasus-pemalsuan-sim

Kapolda Sumut bersama Jajaran Paparkan Kasus Pemalsuan SIM.

DETEKSI.co – Medan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Drs. Paulus Waterpauw melaksanakan memaparkan kasus tindak pidana pemalsuan SIM, Sabtu (30/9/2017) pukul 17.00 Wib, yang dilaksanakan di TKP Jl. Bakti Luhur Gang Sairun No.09 Kel. Dwikora  Kec. Medan Helvetia Kota Medan.

Kapolda Sumut menjelaskan, Personil Dir Reskrimum Polda Sumut berhasil menangkap 3 (tiga) orang laki-laki yang berinisial HP, IL alias BOKI, dan RFI yang diduga melakukan pembuatan SIM palsu yang sudah diedarkan dan yang siap edar.

“Telah beredar dimasyarakat sebanyak 46 (empat puluh enam) lembar, yang telah siap untuk di edarkan sebenyak 33 (tiga puluh tiga) lembar dan belum beredar sedang dalam proses 100 (seratus) lembar,” jelas Kapolda Sumut. Kamis (28/9/2017) pukul 18.30 Wib

Tersangka memberi harga SIM C yaitu Rp 450.000 (empat ratus lima puluh ribu rupiah) perlembar dan SIM A sebesar Rp 600.000 (enam ratus ribu rupiah) perlembar dan harga SIM B Rp 650.000 (enam ratus lima puluh ribu rupiah) perlembar.

Kapolda Sumut dalam pemaparan tersebut juga sempat meminta tersangka Herman Pohan memperagakan bagaimana ia melakukan pemalsuan SIM tersebut dengan menggunakan SIM yang bekas dan sudah kadaluarsa.

Barang bukti yang berhasil diamankan yaitu 33 SIM palsu, 80 SIM bekas yang tidak dipakai dan telah dihapus foto dan indentitas yang dibuat menjadi SIM palsu, 8 buah gunting, 2 pisau kecil, 1 buah pulpen, 1 buku notes kecil catatan nama pemesan, 1 kotak kecil berisikan plastik laminating, 1 lembar daftar SIM berikut nomor handphone pemesan, 17 lembar photo copy indentitas Kasat Lantas Polrestabes Medan yang  terdapat tanda tangan serta 1 buah rol besi ukuran 30 cm. Ketiga tersangka dijerat Pasal 264 dan atau 266 dari KUHPidana. (Rel)

Tags: