Kasus Kredit Fiktif BSM, Kasubbid Penmas Poldasu : Penyidik Harus Mencari dan Menangkap Tersangka DPO

Hukum & Kriminal 0
kantor-dirkrimsus-polda-sumut.

Kantor Ditreskrimsus Poldasu

DETEKSI.co – Medan, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw melalui Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP. Nainggolan menyikapi dengan serius atas informasi adanya tersangka kasus kredit fiktif Bank Syariah Mandiri dan telah tercatat dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) DPO tersangka masih bebas berkeliaran.

” Tidak ada yang kebal hukum, Yang namanya DPO ya…Harus ditangkap, Penyidiknya harus mencari dan segera mengamankan tersangka,” tegas Kasubbid Penmas Polda Sumut kepada DETEKSI.co Kamis (27/10/2017) pukul 14:00 Wib.

Menanggapi DPO yang dikeluarkan Polda Sumut terhadap M Ari Suwanda dalam kasus kredit Fiktif di Bank Syariah Mandiri hingga mengalami kerugian mencapa Rp 14.572.978.351.53,- pada tahun 2012 – 2013 silam, Dengan terdakwa Nurhadi SH, Mkn (dijatuhkan hukuman 2,5 tahun) dirinya selaku Kepala Kantor Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri Amplas.

” Kalau ada yang mengetahui keberadaan DPO tersebut segera diinformasikan kepada pihak penyidik dan jika tidak bertindak segera laporkan ke saya, kalau namanya DPO tetap dicari sampai dapat. Mohon bantuan masyarakat yang mengetahui keberadaannya agar segera ditangkap,” tegas Kasubbid Penmas Polda Sumut.

Menurut data dari beberapa media online menerangkan bahwa peran M Ari Suwanda dan masih ada lagi lainnya, memanipulasi data legalitas dengan cara mempergunakan kartu identitas (KTP / KK) lalu membuka rekening hingga ke pencairan dana.

” Sekali lagi, Tidak ada pembiaran dalam kasus ini, Penyidik Ditreskrimsus Poldasu yang menangani kasus ini tetap profesional ďan transparan,” kata AKBP MP. Nainggolan.

Sementara ketika dikonfirmasi kepada Penyidik Ditreskrimsus Poldasu mengaku bernama Andi Sembiring terkait adanya DPO dalam kasus kredit Fiktif di Bank Syariah Mandiri hingga mengalami kerugian mencapa Rp 14.572.978.351.53,- dengan tersangka M Ari Suwanda hingga saat ini masih bebas berkeliaran.

Penyidik yang lama telah di mutasi, Sekarang saya yang menangani kasus ini katanya. Jika ada masyarakat yang mengetahui keberadaan DPO tersebut dan bersedia bekerjasama dengan pihak Kepolisian pasti dilakukan penangkapan terhadap tersangka.

“Iya bang, Jika ada informasi keberadaan tersangka DPO tersebut pasti kita tangkap ,” kata Andi Sembiring dengan singkat kepada wartawan.

Menurut informasi dari warga yang meminta namanya dirahasiakan menuturkan M. Ari Suwanda (DPO) itu benar kalau dia ada di Medan dan beberapa minggu yang lalu kami masih ngobrol bareng.

” Dia Ari Suwanda itu bang korban konspirasi, Anaknya baik. Namun bila tertangkap maka terungkaplah dalang dibalik kasus kredit Fiktif di Bank Syariah Mandiri hingga mengalami kerugian mencapa Rp 14.572.978.351.53,- pada tahun 2012 – 2013, ” jelasnya. (Dofu Gaho)

Tags: