Kelompok Tani Terzolimi, DPD LSM PENJARA Sumut Siap Advokasi RAMPAH

Hukum & Kriminal 0
DPD LSM PENJARA Sumut Dialog dengan Kelompok Petani RAMPAH di Sergei

DPD LSM PENJARA Sumut Dialog dengan Kelompok Petani RAMPAH di Sergei

DETEKSI.co – Sergei, Mendengar adanya terzolimi yang dilakukan oleh centeng/Security PT Soeloeng Loet terhadap kelompok tani Rakyat Menggugat Perampasan Tanah (RAMPAH) di Dusun 7 Desa Silau Rakyat Kp Banten, Kec Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Membuat rasa Nasionalis Ketua DPD LSM Pemantau Kinerja Aparatur Negara (PENJARA) Sumatera Utara, Marlon Purba,SH merasa terpanggil untuk melakukan pembelaan terhadap kaum yang terzolimi.

Anehnya, beberapa pengacara yang mendampingi untuk melakukan laporan pengaduan ke Poldasu namun di tolak hanya dengan alasan pihak SPJT Poldasu Dumas saja lebih baik.

” Saya sebagai Purnawiran Kepolisian meyakini Bapak Kapolda Sumut menjadikan hukum menjadi Panglima Tertinggi, persoalan ini akan di proses terutama pengerusakan.”harap Marlon.

Menyangkut kehidupan orang banyak, maka dengan sekuat tenaga DPD LSM PENJARA Sumut memberi bantuan hukum secara gratis, bersama Petani kita akan tuntut keadilan di Negeri yang kita cintai ini.

“Sekali lagi, Saya kemari bukan minta uang, bagiku uang bukanlah segalanya. hati nurani yang berbicara ketika usai menonton video yang di share di Facebook.com menyimak lalu menelaah kok bisa ada di zaman Presiden Jokowi ini ada oknum pimpinan perusahaan dengan arogan dan lantang mencaci maki orang tua. sekali lagi saya kemari hanya karena terpanggil dan mungkin itu kehendak tuhan Allah kita,”ucap Ketua DPD LSM PENJARA, Kamis (2/3/2017) pukul 14:30 WIB.

Sementara Koordinator Ketua Kelompok Tani, Mhd Arsyad Nasution didampingi para ketua Kelompok Tani, dalam dialog dengan LSM PENJARA, Arsyad mengatakan Kami selaku masyarakat yang tergabung dalam Rakyat Menggugat Perampasan Tanah (RAMPAH), memiliki dasar-dasar Hukum yang kuat sesuai Undang-undang, terutama adanya rekomendasi Berdasarkan surat 270/590/522/2016 perihal Rekomendasi DPRD Kabupaten Serdang Bedagai ke Bupati.

” Mengacu pada BPN RI No 1 tahun 1990 dijelaskan bahwa HGU PT Soeloeng Laoet telah berakhir pada tanggal 31 Desember 2014,” tegas Arsyad.

Dalam surat itu dijelaskan, DPRD kabupaten Serdang Bedagai merekomendasikan kepada Bupati Sergei untuk segera mengambil langkah-langkah kebijakan sesuai dengan Undang-undang Nomor : 5 tahun 1960 tentang Peraturan dasar pokok-pokok Agraria.

Perlu penegasan bahwa, Berita acara kesepakatan bersama dalam rangka pelaksanaan pengukuran pengembalian batas untuk penanganan penyelesaian sengketa tanah antar kelompok tani 10 dengan PT Soeloeng Laoet tanggal 3 oktober 2016. Dan Surat Deputi Bidang Hak Tanah Pendaftaran tanah BPN Nomor : 4681/16.1-300/XI/2013 perihal Surat Pelimpahan Pekerjaan (SPP) pengukuran bidang tanah didesa Sinah Kasih Sergei.

Terkait Perlakuan penghinaan dan pengrusakan itu jelas tidak kami terima, dengan seenaknya suruhan oknum pimpinan pengusaha PT Soeloeng Loet yang sengaja mereka turunkan securty dan centengnya untuk menghancurkan rumah induk posko RAMPAH kami akan melaporkan ke Poldasu.

Bukti dari pengrusakan posko RAMPAH terekam video, terjadi pada 7 September 2016 jam 16.00 Wib. Periatiwa tersebut berlangsung di Dusun 7 Desa Silau Rakyat Kp Banten, Kec Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Salah-satu direksi perusahan mirip David Tan dengan arogannya memaki-maki koordinator RAMPAH.

” Sesuai di video itulah perkataannya (mirip David Tan) mengucapkan kata-kata kotor yang tak lazim diucapkan, saya hanya membalas dengan mengatakan tidak ada tanah nenek moyangmu disini kau kemari perampok,” ucap Arsyad. (Dofu Gaho).
Sumber, hariandeteksi.com

Tags: