Leo Siagian : Aku Bangga Jadi Anak Indonesia, Aku bukan Pribumi !

Politik 0
jansen-leo-siagian-penasehat-dpp-ajh.

Jansen Leo Siagian

DETEKSI.co – Medan, Sebagai mantan pejabat negara, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan tidak pantas mengingatkan masa kelam negeri ini dengan menyebutkan pribumi pada pidato perdananya sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Jangan pernah dilupakan sejarah kata Penasehat DPP Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Sumatera Utara, Jansen Leo Siagian. Sebab sebutan pribumi merupakan ” Pelecehan ” yang sangat hina saat itu, Dan ini acapkali dilontarkan oleh pihak penjajah yakni Belanda kepada orang – orang Yong Sumatera, Yong Java, Yong Ambon, Yong Selebes dan lainnya.

” Disaat itu belum ada namanya negara Indonesia yang ada Nusantara yang bersifat kerajaan, Makanya jangan bangga menjadi Pribumi tetapi bangga menjadi anak Indonesia,” tegas Leo Siagian kepada DETEKSI.co Minggu (29/10/2017).

Jadi, Anies bukan saja melanggar Instruksi Presiden Nomor 26 tahun 1998, Pernyataannya juga telah mencederai Undang-undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Bagi yang melanggar dua Undang Undang tersebut Pidananya jelas dan bisa diadili di Pengadilan.

Mengingatkan kita kembali dan baru saja kita peringati yakni Sumpah Pemuda, Untuk itu perlu diketahui bahwa Sumpah Pemuda dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya Nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, Yang tadinya berjuang secara kedaerahan kini sudah ada persatuan. Dengan sudah dideklarasikan Sumpah Pemuda maka kita sudah lebih jelas memiliki status ; Berbangsa Satu, Berbahasa Satu dan Bertanah air Satu yakni Indonesia.

Walaupun Kemerdekaan Negara belum tercapai namun status kita telah nyata yakni Indonesia, Barulah tercapai pada tanggal 17 Agustus 1945 Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia dikumandangkan ke seluruh Persada Nusantara.

” Kita resmi menyandang nama Warga Negara Indonesia, tidak ada lagi istilah Yong Yong-an,”kata Penasehat DPP AJH.

Istilah “Pribumi” pun dilarang untuk digunakan lagi, Karena istilah pribumi itu seringkali dipakai untuk upaya mengadu-domba dan memecah-belah antara WNI dengan etnis keturunan asing seperti Arab, India dan China yang memang sudah berdomisili di Persada Negeri ini sejak ratusan tahun sebelum Proklamasi kemerdekaan RI maka terbitlah Instruksi Presiden Nomor 26 Tahun 1998.¬†Akhir kata Leo berharap sebagai WNI yang baik marilah kita saling menghargai dan menghormati sesama anak negeri ini. (Dofu Gaho)

Tags: