Menkumham dan Gubsu Resmikan Bangunan Lapas, Tambah Kapasitas 3.100 Orang

Nasional 0

DETEKSI.co – Lubuk Pakam, Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly dan Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi meresmikan Bangunan Permasyarakatan, Balai Harta Peninggalan serta Rumah dan Flat Imigrasi Kantor  Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut, Jumat (20/1/2017) di Jalan Antara, Desa Bakaran Batu, Lubuk Pakam. Dengan peresmian tersebut, maka daya tampung atau kapasitas Lembaga Permasyarakatan (lapas)  dan Rumah tahanan (rutan) di Sumut bertambah 3.100, yang semula 8.500 yang saat ini telah menjadi 11.600 orang.

Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly menjelaskan bahwa Sumut mendapat anggaran besar sekitar Rp 200 miliar dari pemerintah pusat  untuk pembangunan berbagai fasilitas tersebut.  “Di tengah kementerian banyak mengalami pemotongan anggaran, kita mendapat bonus cukup besar untuk perbaikan lapas, rutan dan prasarana lainnya. Di sumut termasuk provinsi mendapat porsi cukup besar sekitar Rp 200 m, karena di Sumut angka kejahatannya lebih tinggi disbanding daerah lain. Khususnya narkoba,” kata Yasonna.

Yasonna dalam kesempatan itu menuntut seluru aparat meningkatkan tanggungjawabnya di bidang tugas masing-masing. Dijelaskannya, anggaran yang diberikan penempatannya berdasarkan over kapasitas dan prediski kapasitas rutan/lapas. Sumut aja baru satu tahun, jumlah narapidana naik 3.000 . Sementara yang dibangun ada tambahan kapasitas 3.100. Oleh karnanya, Yasonna meminta fasilitas yang terbangun segera dimanfaatkan, dengan melakukan langklah redistribusi rutan yang padat.

Secara khusus Yasonna mengingatkan jajarannya agar tidak terlibat dalam kasus narkoba. “Saya sudah katakan sejak tahun lalu tidak ada kompromi untuk narkoba. Di sini ada kepala  UPT,  siapa pun anda apa bila ada peristiwa di tempat saudara, maka akan  ditarik, non aktif, jika terlibat diproses hukum, tidak ada perlindungan dalam soal ini, Kita sudah darurat narkoba, sekali lagi saya ingatkan kepada semua, kita zero toleransi. Sudah ada Kalapas dan KPLP yang dinon aktifkan, dimana ada unsur kelalaian sembari diteliti.” Tegasnya.

Sementara itu, Gubsu mengungkapkan terimakasih atas tambahan fasilitas yang ada. Dia berharap masih ada ada tambahan lembaga permasyarakatan dan rutan ke depannya sehingga dapat menampung warga binaan. Karena menurut Gubsu,  berbagai permasalahan dalam Lembaga Permasyarakatan disebabkan kapasitas yang berlebihan. Dikatakan Gubsu, tambahan kapasitas Lapas/rutan 3.100 masih belum mampu menampung jumlah warga binaan. Karena, selama tujuh bulan terakhir saja ada tambahan warga binaan sebanyak 3.000 . Karenanya dia berharap ada tambahan lagi kapasitas untuk warga binaan di Sumut.

“Seperti kerusuhan dan pembakaran di Lapas Labuhan Ruku, Batubara, kerusuhan di Rutan Batam, Lapas Tanjung Gusta Medan, Lapas Krobokan Bali dan Lapas Salemba Jakarta harus menjadi perhatian bersama. Rentetan kerusuhan yang melanda Lapas dengan beragam alasan diantaranya karena berlebihannya kapasitasnya, keterbatasan petugas, sarana dan prasarana termasuk teknologi, serta emosi dari narapidana yang tidak dapat diprediksi,” katanya.

Gubsu mengatakan pembangunan lapas merupakan penghargaan dan kebahagian bagi masyarakat Sumut. Selain itu Kementerian Hukum dan Ham Republik Indonesia beserta jajarannya telah menunjukkan komitmen dan karya nyata sebagai hasil kreativitas dan inovasi pemerintah untuk mewujudkan pembangunan manusia Indonesia. “Untuk itu Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran kementerian dan Kanwil Hukum dan Ham yang telah menjalin kerjasama yang baik dengan Pemprovsu tetap berlanjut bahkan ditingkatkan,”jelasnya.

Ditambahkan Gubsu bahwa peresmian penggunaan lembaga pemasyarakatan merupakan upaya konkrit untuk meningkatkan guna perlindungan dan pemenuhan hak asasi warga binaan. “Pemerintah sebagai fasilitator pembangunan telah menunjukkan komitmen dengan melakukan berbagai terobosan kebijakan yang visioner, efektif dan efesien dalam pembangunan karakter dan pencerahan pemikiran berbagai elemen masyarakat sehingga mampu memberikan solusi terhadap berbagai kepentingan dan kebutuhan masyarakat utamanya warga binaan permasyarakatan,”paparnya.

Pada kesempatan itu Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut Maroloan J Baringbing pada akhir tugasnya di Sumut mengatakan pelaksanaan pembangunan yang bersumber dari APBNP tahun 2016 dimulai sejak Oktober hingga Desember 2016, “Oleh karena itu dalam pelaksanaannya kami bekerjasama dengan BPKP Sumut serta bekerjasama dengan kejaksaaan tinggi dalam hal pengawasan dengan maksud tidak terjadi penyimpangan-penyimpangan ,”tegasnya.

Dilaporkannya bahwa pembangunan 14 satuan kerja di jajaran Kanwil Hukum dan Ham diantaranya lapas kelas 1 Medan, lapas khusus anak kelas1 medan, lapas kelas II A Binjai, Lapas kelas IIA pematang Siantar,Lapas kelas II A Tanjung Balai, lapas Narkotika kelas II Langkat, rutan kelas I Medan, rutan kelas II B Labuhan Deli, rutan kelas II B Tanjung Pura, Lapas Pemuda Langkat, cabang Rutan Pulau Tello ,Lapas kelas II B Padang Sidempuan, Balai harta peninggalan Medan rehab gedung kantor dan Kantor imigrasi kelas I Polonia Pembangunan rumah dinas dan flat imigrasi.

Lebih lanjut Maroloan berkata pembangunan tersebut diatas telah menghasilkan peningkatan pelayanan yang sangat signifikat, jumlah kapasitas. Hunian warga binaan permasyarakatan bertambah 3.100 orang yang semula 8.500 yang saat ini telah menjadi 11.600 orang.

Selain itu cabang rutan Gunung Sitoli di Kabupaten Nias Selatan telah dioperasi dengan maksimal. Telah terdapat fasilitas perumahan bagi petugas imigrasi yang bertugas di Bandara International Kuala Namu. Pada kesempatan itu Menkumham menyaksikan serah terima jabatan kepala kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumut dari Maroloan J Baringbing kepada Ibnu Chuldun. Hadir pada acara tersebut Menteri Hukum dan HAM RI Yasonna H Laoly, Dirjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham Iwayan Dusak, Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Kriemen Aruan, Forkopimda Provsu/mewakili Ka.BNN, Kapolda,Kepala BPKP, Pengadilan Tinggi, sejumlah Bupati yang Lapas di wilayahnya diresmikan yakni Batubara, Nias , Tanjung Balai dan Deli Serdang. (Rel)

Tags: