Pegiat Lingkungan Desak Polres Labuhanbatu Direktur PT LBI

Daerah 0

haray-sam-munthe

Haray Sam Munthe

DETEKSI.co – Rantauprapat, Pegiat lingkungan di kabupaten Labuhanbatu, Haray Sam Munthe mendesak pihak kepolisian Polres Labuhanbatu memeriksa Taufik Lubis selaku direktur PT.Labuhanbatu indah, terkait tewasnya salah seorang pekerjanya yang terhimpit pohon saat melakukan penebangan kayu di kawasan hutan desa Hatapang kec NA IX-X, Labura pada hari Rabu (20/01/2017) kemarin.

Karena menurutnya, pekerja yang tewas tersebut berlokasi di luar koridor ijin yang di miliki perusahaan tersebut,

” disini saya minta , kepada polisi agar bekerja sama dengan dinas kehutanan agar mengecek koridor tewasnya pekerja tersebut, karena data yang saya terima bahwa TKP meninggal nya korban diluar dari koridor, artinya korban meninggal tersebut diduga meninggal saat melakukan pencurian kayu karena status Hutan tersebut merupakan hutan lindung” imbuhnya, Rabu (25/01/2017).

Sementara terkait desakan tersebut Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan cek Tempat Kejadian Perkara, dari hasil cek tersebut ternyata pekerja yang tewas tersebut atas nama Misno Alisa bandot (52) warga desa air Joman ,kisaran (Asahan) 

” Dari hasil cek tkp anggota dan keterangan saksi dilapangan bahwa korban tewas dengan kondisi terjepit Batang pohon yang ditebang nya dan di TKP kita hanya menemukan potongan kayu tempat korban terjepit, ” kata Kapolres.

Di juga menuturkan bahwa lokasi tempat kejadian perkara merupakan lokasi yang memiliki ijin IPK (ijin pengolah kayu) dengan kemiringan mencapai 80 Drajat ,dengan lekukan dua sisi bukit .

Diketahui sebelumnya Sepandai-pandainya harimau menyimpan bangkai lambat laun pasti akan tercium juga , mungkin kata kiasan itu yang pantas diungkapkan pada peristiwa tewasnya pekerja loging dikawasan hutan lindung desa Hatapang, Kec NA IX-X ,Labura pada hari Rabu (18/01) kemarin,yang didiamkan oleh pihak PT Labuhanbatu indah selaku perusahan yang memperkejakan Rangkuti(65) warga Asahan yang tewas mengenaskan saat melakukan penumbangan dikawasan hutan milik negara itu.

Informasi yang diterima dari masyarakat  desa Hatapang yang bermukim tidak jauh dari lokasi perambahan menyebutkan bahwa korban tewas pertama kali dilihat oleh salah satu pekerja yang hendak pulang menuju beskem, di tengah perjalanan pekerja  tersebut dikejutkan atas penemuan tubuh  Rangkuti (65) yang tewas mengenaskan dengan posisi  berdiri menengadah keatas dalam posisi terjepit kayu berdiameter sekitar 50 cm. ” Jadi awalnya , salah seorang pekerja mau pulang kebeskem, tiba-tiba di lokasi penumbangan dia melihat korban terjepit , sontak dia pun langsung berteriak memanggil teman lain untuk mengevakuasi korban” kata salah seorang tokoh masyarakat desa Hatapang yang meminta namanya tidak di cantumkan, Senin (23/01).

Sementara, UT(21) salah seorang rekan korban yang turut mengepakuasi korban tewas saat ditanyai wartawan di desa Hatapang, mengaku bahwa sekira pukul 21.00wib jenajah Rangkuti dibawa ke kediamannya di kota Asahan dengan menggunakan mobil ambulance yang sengaja di panggil pengusaha di pinggiran desa Hatapang ,” dari lokasi korban dibawa pakai motor hartop, sampe di pinggiran kampung dipindahkan ke mobil ambulance” akunya.

Namun dia tidak mengetahui saat Wartawan menanyai alamat lengkap korban ,” kalau alamat lengkap nya gak tau aku,yang jelas dikisaran lah, ” sebutnya.

Terkait itu Direktur PT.Labuhanbatu indah Taufik Lubis,belum dapat dikonfirmasi wartawan.   

Anehnya, Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang Sik, saat dikonfirmasi wartawan mengaku belum mengetahui atas insiden yang menewaskan pekerjaannya loging tersebut,” Sy cek dulu ya mas ” balasnya dari pesan wast app. (Dian)

Tags: