Penahanan Tersangka Mujianto Akhirnya Ditangguhkan

Hukum & Kriminal 0

tersangka-kasus-penipuan-mujianto-anam-ditangkap.

Tersangka Kasus Penipuan dan Pengelapan Memakai Kemeja warna Merah

DETEKSI.co – Medan, Setelah sempat ditahan di Mapolda Sumut, Selama beberapa hari sejak hari Rabu 31 Januari 2018 lalu, akhirnya penyidik Sub Direktorat Harta Benda dan Bangunan (Subdit II/Harda-Tahbang) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut menangguhkan penahanan Mujianto.

Tersangka dugaan korupsi proyek penimbunan lahan senilai 3 miliar di Kampung Salam Belawan tersebut, kini telah bebas berkeliaran dan beraktivitas seperti sedia kala seolah tidak bermasalah dengan hukum.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw yang dikonfirmasi membenarkan penangguhan penahanan bos properti tersebut.
“Iya benar kita tangguhkan. Hal itu dilakukan setelah ada jaminan dari keluarganya,” kata Irjen Pol Paulus Waterpauw menjawab wartawan di Mapoldasu pada Jumat (9/2/2018).

Lebih lanjut dijelaskan Waterpauw, penangguhan itu diberikan atas berbagai pertimbangan penyidik dan dianggap memenuhi persyaratan.
“Sesuai aturan, penangguhan penahanan merupakan hak setiap orang yang tersangkut masalah hukum,” jelas mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Mabes Polri ini.

Paulus mengungkapkan, aturan yang dimaksud ialah, selama yang bersangkutan tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia hadir kalau dipanggil penyidik, penahanan tersangka bisa ditangguhkan.

“Oleh sebab itu, penangguhan penahanan itu hak tersangka sepanjang ia memenuhi persyaratan,” ungkap orang nomor satu di Mapolda Sumut ini.

Begitupun, ketika disinggung soal Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka yang dikembalikan jaksa karena dianggap belum lengkap (P-19), alumnus Akpol tahun 1987 ini menyebutkan pihaknya masih masih terus melengkapinya.

“Berkasnya (BAP) tetap kita lanjutkan,” sebut mantan Kapolda Papua ini.

Informasi sebelumnya, Subdit II/Harda Bangtah Dit Reskrimum Polda Sumut resmi menahan Mujianto dan stafnya, Rosihan Anwar.

Keduanya terlibat kasus dugaan penipuan proyek senilai Rp 3 miliar. Mujianto ditetapkan sebagai tersangka atas laporan A Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material hingga mencapai Rp3 milliar. Dugaan penipuan itu berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu. Namun, setelah proyek selesai, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil pengerjaan A Lubis, sehingga merasa dirugikan miliaran rupiah dan melaporkan kasus itu ke Poldasu.

Namun, setelah ditetapkan menjadi tersangka dan ditahan di Mapolda Sumut, Bos properti ini bisa menghirup udara segar karena permohonan penangguhan penahanannya dikabulkan oleh Polda Sumut. (Ijam/Red)

Tags: