Penasehat Hukum Elyana Kecewa, Dedek : Apa Dasar Hukumnya Suwito Melaporkan Klien Kami

Hukum & Kriminal 0
dedek-gunawan,sh.mh

Dedek Gunawan,SH.MH

DETEKSI.co – Medan, Bisa – bisanya seorang mertua menuding menantu selingkuh dengan pria lain berakibat kedua belah pihak cekcok dan berujung ke Polisi. Tak terima difitnah Elyana (37) warga jalan Cemara Hijau Blok DD Medan bermaksud mengklarifikasi namun tak diduga secara spontanitas menyiramkan kopi ke arah Karisa Yang (54) mengenai bahu sebelah kanan dan Ahui mengenai tangan sebelah kiri.

Hal ini dikatakan Penasehat Hukum Elyana kepada wartawan saat konference pers, Dedek Gunawan,SH.MH menuturkan peristiwa ini bermula ketika klien kami Elyana, bertemu dengan mertuanya Karisa Yang di kediaman Ahui dijalan Setia Jadi Medan Senin (17/7/2017) pukul 11:30 Wib.

“Dalam pertemuan itu, Terjadi cekcok mulut kemudian klien kami menyiramkan kopi yang sudah diminum separuh oleh Amin ke arah Karisa Yang dan mengenai Ahui, yang kemudian menjadi saksi yang dimintai keterangannya oleh Polisi,” jelas Dedek kepada wartawan di Mapolrestabes Medan, Jumat (22/9/2017) pukul 16:00 Wib mengaku didampingi Suharmansyah,SH.MH dan Didik Heru Arbiantoro.

Sadar ada kejanggalan, Penesehat Hukum Elyana kemudian meminta gelar perkara dan penangguhan penahanan diajukan namun ditolak polisi.

” Kami heran kok bang, Dasar hukum apa Suwito ini bisa melaporkan klien kami dan yang kedua penaguhan ditolak oleh penyidik padahal pengaturannya jelas ada di KUHAP. Seharusnya penyidik profesional mempertimbangkan bahwa kasus ini bukan kasus teroris atau kejahatan luar biasa seharusnya mereka penyidik memahami lalu mempertimbangkan hal itu, jelas kami sangat kecewa,” tegas Penasehat Hukum tersangka.

Suwito yang notabene tidak menyaksikan keributan itu. “Tanpa bukti permulaan yang cukup dan tanpa pemeriksaan terlapor, klien kita sudah dinaikkan statusnya jadi tersangka. Lalu ditangkap di Pekanbaru pada Rabu (20/9/2017) lalu,” katanya.

Bukan itu saja, Penetapan status tersangka dan penahanan menurut Dedek sangat tidak objektif dan terindikasi melanggar mekanisme Peraturan Kapolri (Perkap). Alasannya, pertama yang melapor bukan korban, melainkan orang yang tidak ada di TKP saat terjadi keributan. Kedua, pasal 351 tentang penganiayaan yang dijerat pada tersangka yang dianggap mengada-ada. “Apa mungkin kopi yang sudah satu jam diminum bisa membuat kulit melepuh? Padahal Ahui, yang ikut terkena cipratan langsung tidak apa-apa dan dalam pemeriksaan saksi juga membantah adanya penganiayaan.

Artinya dua unsur belum terpenuhi, Kenapa demikian karena keterangan saksi tidak mendukung untuk penetapan tersangka berikut penahanan klien kami. Lantas, bagaimana dengan hasil visum dokter? Ia menduga, ketidakharmonisan antara anggota keluarga ini sudah lama terjadi sehingga penyiraman kopi menjadi celah untuk memenjarakan Elyana.

“Visum itu kan dokter yang membuat dan mestinya itu harus dibuktikan benar tidaknya klien kita yang melakukan. Jangan-jangan memang luka lama dan klien kita dituduh sebagai pelakunya. Karenanya, kita minta gelar perkara dan penangguhan penahanan terhadap klien kita,” tambahnya.

Mulai penangkapan di Pekan Baru Rabu (20/9/201 Dipekan baru 10 malam dan hari kamis 21/9/2017 pagi diadakan penandatangan penangkapan pukul 10:00 pagi. Hingga saat ini Jumat (22/9/2017) pukul 19:00 WIB Eliana yang ditetap tersangka belum diterbitkan surat penahanan.

Amin selaku saksi hidup kepada wartawan menuturkan, Sebenarnya tujuan kami kumpul semua pihak keluarga untuk mencari solusi atas fitnah yang dilakukan oleh Karisa Yang atas tuduhan fitnah terhadap Eliana, Tiba – tiba saja Elyana muncul dan menjelaskan bahwa tuduhan fitnah itu tidak benar

” Disini terjadi cekcok dan secara spontan bekas kopi Amin menyiramkan ke arah Karisa Yang dan mengenai bahu Kanan Karisa Yang dan juga mengenai tangan kiri Ahui.” kata Amin.

Tak masuk akal, Bagaimana mungkin seseorang yang kena siram kopi yang lamanya sekitar 45 menit bisa melepuh ke badan seseorang. itu gelas kopi yang saya minum makanya saya tahu persis,jelas Amin.

Sementara saat dikonfirmasi kepada Suwito melalui telephone selulernya terkait Laporan Polisi Nomor : LP/1420/K/VII/2017/SPKT Restabes Medan tanggal 17 Juli 2017 a.n pelapor Suwito, Yang menerima handphonenya oleh istrinya, Dari seberang handphone mengaku kalau suaminya itu sedang berada diluar rumah.

“Bang Suwitonya tidak ada dirumah bang, diluar. Sekitar 15 menit nanti akan ditelephone kembali,” katanya Jum’at (22/9/2017). Namun hingga turun berita ini belum juga ditelephone. (Dofu Gaho)

Tags: