Pengacara Tatam Tuding Kapolsek Bilah Hulu Arogan

Hukum & Kriminal 0

Nasir W Harahap

DETEKSI.co – Aek Nabara, Kasus yang menimpa Tatam (40) warga Dusun Aek Batu, Desa Tanjung Siram, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu dinilai memberikan contoh buruk penegakan hukum yang dilakukan oleh Kapolsek Bilah Hulu, pasalnya terlapor (Tatam) ditangkap melebihi waktu yang ditentukan oleh Undang-undang.

Kepada wartawan, Nasir Wadiansan Harahap, SH sebagai kuasa hukum Tatam, menjelaskan, kliennya (Tatam) dilaporkan atas dugaan tindak pidana penganiayaan oleh Muktar sebagaimana dimaksud pasal 351 KUHP Jo 170 KUHP sesuai dengan Laporan Polisi Nomor 240/XI/2016/SU/RES-LBH/Dek. Bilah Hulu. 

“, Si Tatam inikan buka warung tuak disamping rumahnya, kejadiannya bermula akibat handphone (hp) milik Azir pelanggan Tatam hilang diwarung tuak nya, sehingga saudara Tatam menjumpai Muktar yang pada saat kejadian sedang minum tuak juga diwarung itu dan menanyakan ponsel tersebut, tetapi Muktar tidak mengakuinya, sehingga Tatam sempat menampar saudara Muktar, dan keesokan harinya ponsel tersebut ditemukan di angkong disamping rumah Tatam, hal itu diduga Tatam dikembalikan oleh saudara Muktar. Dan muktar pun melaporkan kejadian penamparan ke Polsek Bilah Hulu ,” jelas Nasir Wadiansan Harahap, SH, Selasa (10/1/2017).

Sambung Pengacara muda itu, seseorang baru bisa ditangkap apabila diduga keras sebagai pelaku tindak pidana berdasarkan bukti permulaan yang cukup. Jika dikaitkan dengan pengertian penangkapan (Pasal 1 angka 20 KUHAP), maka seseorang baru bisa ditangkap apabila sudah berstatus sebagai tersangka atau terdakwa terlebih dahulu. “, Dalam konteks ini, secara hukum keliru jika terhadap seseorang dilakukan penangkapan sementara seseorang itu belum berstatus sebagai tersangka atau terdakwa”, sebutnya. 

Disebutnya lagi, saudara Tatam ditangkap sebagai terlapor, Padahal Tatam sebelumnya belum pernah dipanggil ataupun diperiksa, tetapi Polsek Bilah hulu langsung menangkapnya dan melebihi waktu yang ditentukan, sekitar jam 21.00 tanggal (8/1) saudara Terlapor ditangkap tetapi sampai pukul 08.00 WIB tanggal (10/1) Terlapor masih tetap berada di sel Polsek Bilah Hulu.

“, Waktu penangkapan hanya 24 jam, maka setelah itu harus di lepaskan dan ataupun ditahan, kalau ditahan harus ada surat perintah penahanan, sampai pagi ini saya belum terima surat perintah penahanannya, ini janggal saya nilai, bahkan terlapor dan pelapor juga sudah di damaikan di rumah Kadus, penerapan asas retroaktif saya pikir penyidiknya kurang mengerti dan kurang mengerti apa arti sebuah Penangkapan, belum lagi spkap yang ditandatangani oleh Kapolsek P. Gultom tidak ada tanggalnya, sehingga itu tidak berlaku ,” tandas pengacara muda yang akrab disapa Lacin itu. 

Kapolsek Bilah Hulu AKP Pittor Gultom yang baru menjabat Januari 2017 lalu belum berhasil dikonfirmasi. (Dian)

Tags: