Petani Gagal Panen Akibat Hama Lalat Buah Mewabah

Politik 0

Komisi B DPRD-SU pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Selasa (17/1/2017) antara Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Provsu

Komisi B DPRD-SU pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Selasa (17/1/2017) antara Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Provsu

DETEKSI.co – Medan, Siti Aminah anggota Komisi B DPRD-SU pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) Selasa (17/1/2017) antara Komisi B dengan Dinas Pertanian dan Badan Ketahanan Pangan Provsu mengungkapkan, bahwa hama lalat buah masih mewabah di Kabupaten Karo yang memgakibatkan petani buah gagal panen.

Oleh karenanya Siti Aminah mempertanyakan apakah anggaran penanggulangan hama yang dianggap masih minim tidak dapat ditambah. Mengingat penanggulangan hama penyakit tanaman harus segera ditanggulangi.

Hal senada disampaikan oleh Jamtogu Damanik anggota Fraksi dari PDI’Perjuangan yang mengatakan, diperlukannya peningkatan agggaran tersebut karena hama lalat buah juga telah mewabah di Kabupaten Simalungun. “Lalat buah kini mengganas bukan saja di tanah Karo tetapi juga sudah berpindah ke Simalungun. Ada anggaran pengendalian hama hanya Rp 700 juta. Boleh gak ditambah?” Ungkap Jamtogu.

Dalam kesempatan ini Jamtogu mengkritisi program perlindungan tanaman pangan berkelanjutan yang pada paparan Plt Kadis Pertanian Provsu, dimana peta lokasi dan lokusnya dinilainya tidak lengkap.
Sehingga program ini diragukan karena tidak diketahui dimana saja lokasi lahan maupun lahan cadangan pangan yang dilindungi .
Dalam hal ini Jamtogu memganjurkan hendaknya setiap Kabupaten/Kota membuat Peraturan Daerah memyahuti Perda yang telah di buat Pemprovsu.

Anggota Dewan juga mengkkritisi besaran anggaran sekitar Rp 6 miliar di Dinas Pertanian Provsu yang digunakan hanya untuk pelaporan administrasi dan tumpang tindih. Anggaran sebanyak ini dianggap tidak wajar dan dikhawatirkan dananya akan mubazir atau bahkan banyak menjadi silpa nantinya.

Plt Kadis Pertanian Provsu Azhar Harahap berterimaksih atas naiknya anggaran di Dinas yang dipimpinnya untuk tahun 2017.
“Untuk penanganan lalat buah kami telah berkoordinasi untuk melakukan pengendalian hama secara serentak di 3 Kabupaten/Kota. Anggaran sebanyak ini memang tidak cukup namun masih ada anggaran dari Pemerintah Pusat yang mendukung program ini.” Jelaskan Azhar (Sipa Munthe)

Tags: