Petani Temukan Granat Jenis Mortir Serahkan ke Kodim 0209 LB

Daerah 0

Warga Temukan Granat Mortir Serahkan ke Kodim 0209/LB

Warga Temukan Granat Mortir Serahkan ke Kodim 0209/LB

DETEKSI.co – RANTAUPRAPAT, Sebuah Granat Mortir 60 yang diduga sisa perang saat penjajahan Belanda ditemukan tanpa sengaja oleh warga di areal perladangan Gang Ikhlas, Lingkungan Kampungsawah, Kelurahan Padang bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (9/2/2017) sore.

Informasi dihimpun, Granat Mortir 60 itu pertama kali ditemukan warga sekitar bernama Adenan (46). Penemuan itu berawal saat Adenan yang seharinya bekerja sebagai petani tengah mencangkul lahan di lokasi kejadian. Tujuannya, untuk bercocok tanam ubi.

Namun ketika itu, cangkul yang dikenakan Adenan mengenai sebuah  benda keras dari dalam tanah. Penasaran dengan benda itu, Adenan terus menggali hingga menemukan granat mortir 60 tersebut.

Atas penemuannya itu, Adenan pun sempat panik hingga memutuskan memanggil warga lainnya. 

“Saat menemukan granat ini saya ketakutan, lari ke sana sini memanggil warga sekampung. Para warga kemudian datang bersama Kepling,” sebut Adenan saat ditemui wartawan di Makodim 0209 LB, Jumat (10/2/2017).

Adenan mengakui menemukan granat mortir sepanjang sekitar 25 cm itu sekira pukul 18.00 WIB. Untuk menghindari bahaya, Adenan dan warga kemudian menyerahkan granat tersebut kepada pihak Kodim 0209 LB tepat sekira pukul 19.30 WIB.

“Tapi karena sudah malam, kami disuruh lagi datang Jumat pagi, makanya ini kami datang lagi,” sebut Rasman, Kepling Kampungsawah yang turut mendampingi Adenan saat menyerahkan granat tersebut.  

Sementara Kasdim 0209 LB, Mayor Inf Ertiko Cholifa SPd menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang telah menyerahkan granat mortir 60 tersebut ke Kodim 0209/LB. Karena hal itu adalah langkah yang tepat untuk keselamatan masyarakat banyak.

“Granat mortir ini masih aktif. Kalau meledak akan membahayakan. Daya ledaknya berdiameter 30 meter,” sebut Mayor Inf Ertiko Cholifa didampingi Pabung Mayor Inf Syamsul Harahap, Danramil 08 Rantauprapat Kapten Inf Martin Tarigan dan Pasi Intel Kodim 0209 LB Kapten CZi PH Purba SH.

Menurut Ertiko, melihat dari bentuk dan karatannya yang sudah menyatu dengan tanah, granat mortir 60 ini diperkirakan sisa-sisa perang pada zaman penjajahan Belanda. Walau sudah lama terpendam dalam tanah, dia kembali memastikan kalau  granat tersebut masih aktif dan berbahaya.

“Mortir ini akan kami simpan di gudang untuk sementara, dan sesuai prosedur, akan kami serahkan segera ke Detasemen Peralatan (Denpal) Korem 022/Pantai Timur di Pematangsiantar,” tandas Ertiko.(dian)

Tags: