Polda Sumut dan BNN Paparkan Dua Bandar Narkoba Jaringan Internasional Tewas Diterjang Peluru

Hukum & Kriminal 0
Polda Sumut dan Paparkan pengungkapan peredaran Narkoba.

Polda Sumut dan Paparkan pengungkapan peredaran Narkoba.

DETEKSI.co – Medan, Direktur IV Ditresnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Danianto didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Agus Andrianto, Dandim 0201 I/BS Medan, mewakili Bea Cukai, Wadir Narkoba AKBP Yossy Runtukahu,SIK memaparkan penembakan dua Bandar Narkoba tewas diterjang peluruh, keduanya terlibat jaringan internasional (Malaysia-Aceh Tamiang – Jakarta). Kamis (23/3/2017) pukul 10.00 Wib bertempat di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut.

Tim Ditnarkoba Bareskrim Polri telah mengungkap peredaran narkoba jenis sabu dan ekstasi dengan barang bukti 6,5 kg sabu, 190.000 butir pil ekstasi dan 50.000 butir pil happy five (H5) dari TKP Ruko Mewah Sedayu Squre blok K / 51 Kamal Kapuk dan melakukan pengembangan ke Bogor dan berhasil menangkap pelaju bernama Munizar selaku pengendali di Jakarta setelah dilakukan pemeriksaan mendalam diketahui bahwa tersangka diperintah saudara Husni (Perumahan Pondok Surya 2 Helvetia Medan).

Setelah mendapat informasi tersebut Satgas III pimpinan AKBP Alamsyah pada hari Minggul meluncur ke Medan untuk berkoordinasi dengan Wadir Narkoba Polda Sumut AKBP Yossy Runtukahu,SIK dan Kasubdit III Ditresnarkoba Polda Sumut AKBP Sugeng Riyadi, SIK,SH dan langsung melakukan pengembangan ke TKP II di jalan Pringgan Gg. Rambutan Kec. Helvetia Medan yang dalam pengembangan tersebut didapati barang bukti senjata AK47, revolver (SMW), 250 butir caliber 5,6 dan 2 bungkus pil happy five (H5).

Setelah dilakukan pemeriksaan secara mendalam bahwa tersangka Husni adalah berperan sebagai Bandar sindikat jaringan Malaysia – Aceh Tamiang – Medan dan Jakarta.

Kemudian tim Gabungan dari Mabes Polri dan Polda Sumut dibagi dua sebagai berikut :
– Tim pertama melakukan pengembangan tersangka Husni karena masih menyimpan senjata api dan narkotika kearah wilayah Binjai.
– Tim kedua melakukan pengembangan terhadap tersangka Azhari als AI untuk menunjukkan tempat penyimpanan narkotika dari Malaysia diwilayah Pangkalan Berandan dan pada pukul 00.20 Wib pagi pada saat tim I bersama tersangka Azhari als AI menunjukkan tempat penyimpanan narkoba tiba-tiba tersangka Azhari melakukan perlawanan dan akan melarikan diri dengan terpaksa anggota tim I melakukan tindakan tegas dengan menembak yang mengenai dada kiri yang menyebabkan tersangka Azhari meninggal dunia.

Kemudian tim II pada saat pengembangan terhadap tersangka Husni (Bandar) untuk menunjukkan senjata api lainnya dengan terpaksa anggota tim II melakukan tindakan tegas yang menyebabkan tersangka Husni meninggal dunia.

Barang Bukti :
– 2 pucuk senjata api AK 47 lipat dan revolver dan pisau komando.
– 4 kendaraan roda 4 sebagai berikut New Toyota Harrier , Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubshi Oulander, Honda Jazz
– 1 unit motor Harley Davidson
– Beberapa buku tabungan dan ATM an. Istri kedua dan adik ipar tersangka akan dikenakan pasal TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang )
– 250 butir peluru caliber 5,6
– 2 bungkus pil happy five (H5)

Pasal yang dilanggar :
Pasal 60 UU RI No. 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. (Rel)

Tags: