Polda Sumut Ungkap Kasus Perdagangan Manusia

Kapoldasu Paparkan Perdagangan Manusia

Kapoldasu Paparkan Perdagangan Manusia ( Human Traffiking)

DETEKSI.co – Medan, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu), Irjen Pol Rycko Amelza Dhaniel memaparkan keberhasilan pihaknya mengungkap kasus perdagangan orang dan penyeludupan manusia (Human Traffiking).

Berkat informasi dari masyarakat yang menerangkan di pelabuhan Teluk Nibung Kab. Asahan ada kapal tongkang yang sering mengangkut para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak memiliki dokumen berupa Paspor menuju Negara Malaysia dengan bayaran Rp 2 juta / orang.

Berdasarkan informasi tersebut, Lalu petugas beranjak dan melakukan penyelidikan terkait informasi awal. begitu sampai di TKP ternyata informasi tersebut benar adanya bahwa Tongkang yang berangkat ke Malaysia mengangkut TKI tanpa dokumen, jelas Kapolda Sumut didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Nur Fallah dan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Dra Rina Sari Ginting, Jumat (5/5/2017).

Kemudian pada hari Selasa (2/5/2017) sekira pukul 02:00 Wib. petugas yang menyaru TKI siap berangkat ke Malaysia disebuah gudang di Pelabuhan Teluk Nibung. petugas tadi di arahkan oleh orang yang diduga ABK Tongkang untuk menaiki Sampan Pelangsir, maka petugas dan TKI lainnya dibawa menuju perairan Kuala Bagan dan setelah sampai dipindahkan ke Tongkang.

Setelah semua TKI dilangsir dari Sampan ke Tongkang baru bergerak menuju ke Negara Malaysia, sekiata 10 menit perjalanan tepatnya perairan Beting kepa Hulu Bagan Kab Asahan, petugas yang menyaru TKI melakukan pengamanan terhadap Nakhoda dan ABK lainnya serta memerintahkan untuk kembali ke Pelabuhan, Tempat kejadian Pasir Kepayang Timur Kab Asahan. Selasa (2/5/2017) sekira pukul 04:00 Wib.

Pengungkapan kasus ini di 5 TKP dengan tersangka 9 orang yakni, Adianto (Nakhoda), Ponijan (ABK), Syaiful Manik (ABK), Nordianto (Tk. Masak), Anjas Purnama (Ahli Mesin), Ahmad Khurdi (Pemilik Gudang), Maznah Lubis (Penerima Uang dari TKI), Ridho Lubis (Pelangsir TKI), Hazizah Panjaitan (Penampung TKI).

Dengan korban, Lasimin DKK (25 Orang), 19 Orang asal Sumut, 2 Orang asal Jawa Barat, 3 Orang asal Sumbar dan 1 Orang asal Aceh. Barang bukti turut disita pihak Kepolisian yakni, 1 Unit Tongkang, 1 aUnit Komputer, 1 Unit Radio, 1 Unit Sepeda Motor dan Uang Tunai Rp3,5 Juta. (Dofu Gaho)

Tags: