PT.CSR Didemo Kelompok Tani Wonosari

Daerah 0

Massa Kelompok Tani Wonosari Bilah Hilir

DETEKSI.co – Labuhan batu, Sejak tahun 2009 Kelompok tani Wonosari telah melakukan pembukaan lahan pertanian di desa Sei.Tampang Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhan batu, seluas 400 Ha sesuai alas hak masing-masing yang sudah ditandatangani Kepala Desa dan Camat,kata Ketua Kelompok tani Wonosari, Abdul Hamid saat melakukan orasi didepan pos Scurity PT.Cisadane Sawit Raya (CSR) Sei Tampang Negeri lama Bilah Hilir, Rabu (25/01/17).

Menurut Abdul Hamid, kini lahan ini dikuasai PT.Cisadane Sawit Raya (CSR) hal penguasaan lahan ini sudah pernah kami laporkan ke Kapolres Rantauprapat Labuhan batu, dengan LP.: Nomor POL./LP/212/2009/LBe-SPK.A Tanggal 23 Pebruari 2009, namun sampai saat ini tidak ada hasil nya, ujarnya.

Untuk ini kelompok tani kembali mendatangi lokasi kantor PT.CSR, namun kelompok ini tidak bisa ketemu dengan pihak perusahaan, disebabkan pintu masuk ke perusahaan sudah dijaga petugas Scurity Perusahaan dan puluhan Anggota Polisi yang memang sudah dipersiapkan.

Karena tidak diperkenankan untuk masuk, massa aksi melakukan orasi dan penyerahan surat berbentuk tuntutan yang isinya antara lain ; 1.Kembalikan lahan kami seluas 400 Ha. 2.Hentikan segala kegiatan dilahan kami. 3. Serahkan Asli surat pernyataan masyarakat yang direkayasa PT.CSR.4. Kosongkan lahan kami seluas 400 Ha.dari segala bangunan dan aset PT.CSR 5.Dimohon pihak Pemkab Labuhan batu agar menindak PT.CSR yang telah menguasai lahan kami lebih dari 25 tahun. 6.Dimohon pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) labuhan batu, agar menunjukkan batas areal Hak Guna Usaha(HGU) PT.CSR dengan kelompok tani kami.  7. Dimohon semua elemen/instansi terkait proaktif membantu kelompok tani kami, agar hak kami yang dirampas PT.CSR

Dari pantauan media ini, dilapangan surat tuntutan ini tidak ada yang menerimanya sebagai mewakili PT.CSR, namun diserahkan kepada salah seorang petugas Polisi dengan harapan dapat disampaikan kepada PT.CSR.

Menurut Ketua Kelompok Tani, Abdul Hamid, memberikan penjelasan bahwa : Sebelum pihak PT.Cisadane Sawit Raya (CSR) dapat melakukan pertemuan dengan kami dalam menempuh penyelesaian sengketa ini, kami yang sejumlah 227 orang akan tinggal dilokasi ini dengan membuat beberapa tenda, jelasnya.

Secara terpisah Manajer PT.Cisadane Sawit Raya (CSR) Joko, menjawab pertanyaan Wartawan, mengatakan bahwa : Pihak PT.CSR akan melakukan pertemuan dengan kelompok tani Wonosari ini, kemungkinan dilaksanakan hari Kamis (26/01/17) yang kita harapkan dapat dihadiri dari unsur Pemkab Labuhan batu, DPRD labuhanbatu,Badan Pertanahan Nasional (BPN) kabupaten Labuhanbatu dan unsur-unsur lainnya sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan dengan sebaik mungkin, tuturnya.

Sampai berita ini diturunkan Anggota Polisi yang diturunkan dari Polres Labuhanbatu, Polsek Aek Nabara, Polsek Pangkalan dan Polsek Negeri lama,masih tetap berjaga-jaga di sana, mengantisipasi kemungkinan adanya hal-hal yang terjadi. (Thamrin Nasution)

Tags:
Rate this article!