Saat Ditangkap, Maling Sawit Serang Polisi dengan Kelewang

Hukum & Kriminal 0

Ketahuan Curi Sawit, Yunus Siahaan Diamankan Polisi

Ketahuan Curi Sawit, Yunus Siahaan Diamankan Polisi

DETEKSI.co – Penangkapan Yunus Siahaan (30), maling tandan bua segar (TBS) sebanyak 2 ton sawit milik PTPN II Pasar III Saentis, Percut Seituan berujung ricu. Mobil Nissan BK 8883 MN dirusak, sejumlah personel Polsek Percut Seituan diserang pakai kelewang dan pondok dibakar, Minggu (8/1/2017) sore.

Info diimpun, penyerangan terhadap personel Polsek Percut Seituan ktika tersangka Yunus Siahaan dibawa ptugas melakukan olah tempat kjadian perkara (TKP). Tiba-tiba kawanan tersangka menyerang dengan babi buta pakai kelewang dan melemparkan batu ke mobol Nissan tersebut.

“Untung kaca depan mobil cpat kututup. Kawan-kawan tersangka mengejar kami pakai kelewang. Lalu Kaca belakang dilempar mereka pakai batu.Tak cuma itu, pondok di Pasar II dibakar. Ternyata mereka marah dan tidak senang kawannya ditangkap,” ujar sejumlah personel.

Bermula penangkapan terhadap Yunus Siahaan skira pukul 13.00 WIB. Saat itu tersangka melangsir empat tandan sawit pakai along-along (keranjang) dengan menggunakan kreta. Pas di tengah jalan, pengawas kebun Sudirmanto (47) dan Sustiono (53) melihat tersangka.

Kedua pengawas kebun itu, lalu mengubungi penjaga kebun dari Yonzipur. Tersangka pun ditangkap dan diboyong ke Polsek Percut Seituan. Sedangkan empat teman tersangka berhasil kabur. Dari situ dilakukan ptugas olah TKP, namun berujung ricuh. Situasai saat itu tidak kondusif.

Humas PTPN II Kebun Bandar Klippa, Dedi Syahputra menuturkan, mobil Nissan yang dihancuri kawanan tersangka milik Manajer Kebun, Pak Tri. Pondok Pasar II , tempat istirahat security dbakar mereka. Pelakunya orang sekitar Pasar III Saentis yang lokasinya berada di depan PTPN II.

“Kejadian ini sudah berulang kali dan pelakunya sudah sering ditangkap, namun penadanya berkeliaran. Bila mereka beraksi pada malam hari. Mereka ini brutal dan berani menyabet pengawas kebun dan sudah ada yang terluka,” bilang Dedi diamini Sustiono, pengawas kebun.

Dihadapan ptugas, tersangka Yunus mengaku, sudah sering mencuri sawit bersama temannya. Sawit itu dijual kepada Silasih (penadah). Sekali melangsir TBS sawit ke rumah penadah dikasih upah sebesar Rp35 ribu. Dan uangnya dgunakan ntuk nyabu dan mabuk- mabukan.

“Tadi aku sama empat temanku yaitu Bimas, Ompung, Lasrh dan Putra. Tapi ketika ditangkap, mereka cepat kabur. Sasaran kami setiap malam, kalau sudah bokek, kami mencuri sawit dan dijual sama penadah,” ucap tersangka, warga Pasar III Saentis, Tanah Garapan, Percut Seituan.

Pejabat sementara (Pjs) Kapolsek Percut Seituan, Kompol Boy J Situmorang menuturkan, kasus tersebut akan ditindaklanjuti dan segera menangkap pelaku lain, termasuk penyerangan dan perusakan prasarana PTPN II. “Kita akan menangkap plakunya,” tegasnya. (Rafli)

Tags: