Saksi Heran, Siram Kopi di Bahu Depan Kok Bisa Melepuh Dibagian Belakang

Hukum & Kriminal 0

kasus-siram-kopi-ke-mertua-disidangkan

Kasus Siram Kopi ke Mertua Disidangkan

DETEKSI.co – Medan, Elyana (37) warga Jalan Sutrisno Medan Area tak tahan menahan kesedihannya saat di dudukan kembali di kursi pesakitan, Pasal ia terharu mendengar kesaksian Amin selaku adik kandung Carissa (mertua terdakwa) memaparkan duduk persoalan sebenarnya

Dalam kesaksiannya tanpa ragu-ragu Amin dihadapan Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan mengatakan kasus menyiram sisa air kopi ke mertuanya,yang menyebabkan Elyana sampai dijerat dengan pasal 351 ayat (1) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun merupakan rekayasa dari kakak kandungnya yakni Carissa.

“Saya mengetahui benar permasalahan penyiraman sisa air kopi tersebut ke mertua terdakwa,Karena sebelum Carissa datang air kopi itu sudah ada di atas meja dan itu sisa air kopi yang sudah saya minum separoh lamanya sekitar 45 menit,”ujar Amin di ruang Cakra III, Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (3/1/2018) sore.

Dijelaskan saksi, Jadi yang sangat mengherankan apa mungkin sisa air kopi yang sudah 45 menit di meja itu masih panas dan lagi pula Elyana menyiramnya di dada bagian depan, kenapa di bagian punggung belakang ikut melepuh, heran saksi didepan majelsi

Menurut Amin, Kasus dan perkara ini banyak kejanggalan. Yang pertama, Bagaimana bisa sisa kopi yang tak sampai setengah cangkir dan sudah 45 menit lamanya membuat tubuh manusia bisa melepuh. Kemudian yang disiram dibagian tubuh depan namun yang diklaim melepuh di bagian tubuh belakang korban.

Selanjutnya masalah pelaporan ke Polisi, Awalnya yang melaporkan perkara ini bukan Carissa (mertua terdakwa) tetapi Suwito kerabatnya yang notabene tidak menyaksikan keributan pada saat itu.

“Apa perkara ini tidak aneh, Namun herannya kasus ini tetap diproses hukum pada hal sewaktu di Polisi saya sebagai keluarga menyarankan kasus ini di gelar supaya diselesaikan lewat perdamaian antara mrnantu dan mertua, Namun kakak saya Carissa Yang tidak mau dan Polisi pun terkesan saat itu tidak menyikapinya,” ucap saksi.

“Ibu hakim, saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, korban tidak ada terluka bahkan mengeluh kesakitan pun tak ada, Kok bisa sampai di opname 10 hari di RS Colimbia Asia. Usai korban dan terdakwa bertengkar saya langsung menyuruh terdakwa pergi sedangkan korban masih bersama saya dirumah Ahui saat itu,” jelas Amin.

Saksi keterangan sebelumnya, Suwandi alias Ayang kabel, yang juga di hadirkan sebagai saksi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nur Ainun,dalam keterangannya mengatakan banyak tidak mengetahui permasalahan yang terjadi, “Saya tidak tahu kejadian, Saya ditelepon korban untuk datang menjemputnya dan setelah di mobil korban mengajak saya ke RS Colombia dan sebelumnya ke dokter pribadinya dijalan Timor Medan, Usai mendapat surat keterangan dari dokter pribadi baru saya antarkan korban ke Rumah Sakit Colombia Asia.”ucap Suwandi.

Mendengar keterangan saksi lalu hakim menanyakan, Apakah korban ada mengeluh sakit saat di perjalanan menuju RS Colombia Asia,tanya hakim. ” Tidak ada korban mengeluh kesakitan yang ada hanya rasa kekesalan korban terhadap menantunya karena disiram kopi dan mengenai bahunya,” jawab Saksi korban kepada majelis hakim.

Usai mendengar keterangan kedua saksi selanjutnya Ketua Majelis Hakim, Riana Pohan menunda sidang hingga pekan depan. Namun sebelum mengetukkan palunya Penasehat Hukum terdakwa memohon agar pada sidang selanjutnya agar Majelis hakim untuk menghadirkan dokter yang melakukan visum untuk dihadirkan,karena hasil visum tidak sesuai dengan keterangan saksi.

Penaeehat hukum terdakwa berharap agar kiranya saksi korban yang kini berada di Penang bisa hadir dalam persidangan berikutnya.

“Inikan masalah hukum, jadi harus ada pembuktian antara korban dengan pelaku untuk diambil keterangannya,”mohonnya.

Terpisah Dede Gunawan selaku Penasehat Hukum Elyana saat dikonfirmasikan usai persidangan Rabu (03/01) mengatakan sebenar kalau dilihat dari kasus ini tidak perlulah dibesar-besarkan atau lebih tepatnya boleh dikatakan kasus ecek-eceknya. Lanjutnya lagi kasus ini bisa diselesaikan tanpa harus melalui jalur persidangan dikarenakan ini masalah rumah tangga antara menantu dengan mertua.

Tambahnya,menurut saya visum yang dari RS Sakit Columbia Asia, Carissa mengalami luka bakar di belakang bagian leher, dada, punggung, tangan, Saya seyakin – yakinnya melepuh badan korban bukan karena siraman kopi. Hanya karena kasus ini akhirnya Elyana menghuni tahanan sejak 22 September 2017 inilah kasus mengada – ada dan sarat rekayasa, Terbukti dari keterangan saksi yakni Amin yang merupakan adik kandung Carissa Yang menyaksikan kejadian itu di tempat kejadian perkara. (Dofu Gaho)

Tags: