Soal Pagar Beton PT. Siringo-ringo, Kementrian PU Dituding Perjual Belikan Rumija

Daerah 0
surat-yang-dilayangkan.

Surat Yang Dilayangkan

DETEKSI.co – Rantauprapat, Pihak Satuan kerja Kementerian PU pengerjaan jalan dan jembatan provinsi Sumatera Utara dituding telah memperjual-belikan Ruas Milik Jalan (Rumija) didaerah Jalinsum Aek Matio Kelurahan Binaraga kec Rantau Utara Labuhanbatu kepada pihak PT Siringo-ringo, terkait pemasangan pagar beton pembatas sepanjang 300 meter.

Tudingan tersebut sangat beralasan, pasalnya sampai saat ini tidak adanya tindakan tegas dari pihak Satker Kementerian pu pengerjaan jalan dan jembatan provinsi terhadap pembuatan pagar beton pembatas tersebut, ” ya wajar saja kami menuding pihak kementerian seperti itu, karena sampai saat ini kenapa tidak ada tindakan tegas terhadap pihak PT Siringo-ringo” Kata Ketua PAC IPK Rantau Utara, Rabu (26/07/2017).

Menurutnya tudingan itu sangat beralasan atas adanya kesan tutup mata dan pembiaran terhadap bangunan tembok pembatas antara badan jalan dengan batas HGU milik PT. Siringo-ringo, ” Kalau dari hasil survei kita dilapangan, Ada sekitar 2 sampai 4 meter Daerah Milik Jalan sepanjang 300 meter yang kami duga sudah di perjual-belikan pihak Satker kepada PT. Siringo-ringo, ” kata Dian.

Sementara, Diki H. P Pasaribu ST MT salah seorang Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Satuan Kerja Kemetrian PU pengerjaan jalan dan jembatan provinsi Sumatera Utara membantah atas Tudingan tersebut” Tidak ada jual beli, “kata diki

Dia pun menuturkan bahwa pihaknya akan segera menindak perusahaan tersebut, sebab sebelumnya pihaknya sudah memberikan peringatan untuk segera membongkar panel tersebut, ” Karena belum ada respon dari mereka, maka balai jalan melakukan peninjauan dan langkah prmbongkaran akan ditentukan setelah dilakukan survey” jelas Diki.

Terpisah Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, A Rivai Tambunan saat diminta tanggapannya mengaku pihaknya akan menindak dan menyelusuri penggarapan Daerah Milik Jalan yang dilakukan pihak PT Siringo-ringo tersebut ” kita Tinjau dulu, mulai dari izin dan siapa pemberi izinnya bila pun ada” Kata Rivai, Anggota Komisi B DPRD Sumut itu.

Menurut nya pembangunan tembok pembatas tersebut sudah menyalahi sesuai peraturan yang ada, ” sudah jelas menyalahi peraturan, nanti kita selidiki” sebut politisi dari PAN itu. (dian)

Tags: