Soal PAW Eveready, Sutrisno: Saya Heran Kenapa Wagirin Arman Sepertinya Sangat “Ngotot”

Politik 0
Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST

Anggota DPRD Sumut, Sutrisno Pangaribuan ST

DETEKSI.co – Medan, Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI-Perjuangan, Sutrisno Pangaribuan ST mengatakan, telah terjadi pelanggaran tata tertib (Tatib) karena menyusupkan agenda pergantian alat kelengkapan dewan dari Fraksi Gerindra di Rapat Paripurna mengenai penyampaian penjelasan mengenai Ranperda tentang laporan pertanggung jawaban pelaksanaan (LPJP) APBD Provsu Tahun 2016 oleh Gubsu.

“Jadi Ketua DPRD Sumut menyusupkan kegiatan pergantian alat kelengkapan disaat Sidang Paripurna, itu merupakan pelanggaran tatib karena pergantian alat kelengkapan itu harus dijadwalkan di Banmus,” ujarnya.

Anggota komisi C itu juga mempertanyakan sikap Wagirin Arman yang terkesan ngotot untuk melantik Reki Nelson J Barus menggantikan Eveready yang masih belum memiliki kepastian hukum yang tetap.

“Saya heran kenapa Wagirin Arman sepertinya sangat “Ngotot” untuk melantik Reki Nelson J Barus yang menggantikan Eveready Sitorus,” ujarnya, Kamis (15/6/2017).

Sutrisno juga membeberkan bahwa pelantikan Reki Nelson J Barus yang menggantikan Eveready merupakan suatu pelanggaran hukum. Mengingat sampai saat ini Eveready masih belum mendapatkan proses kepastian hukum yang tetap.

Lebih anehnya lagi, saat lembaga DPRD Sumut melakukan pertanyaan maupun konsultasi kepada Kemendagri, Kemendagri malah membalas surat konsultasi itu kepada Gubernur Sumatera Utara.

“Everedy Sitorus masih melakukan upaya perbandingan hukum di PN Medan, jadi Pergantian Antar Waktu (PAW) dan pelantikan kepada Reki Nelson J Barus belum bisa dilakukan. Jadi Ketua DPRD Sumut jangan ngotot kali untuk menjadwalkan pelantikannya,” tegas Sutrisno Pangaribuan.

Sebelumnya, Ketua DPRD Sumatera Utara umumkan pergantian Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam rapat paripurna, Senin (12/6/2017). Berbagai protes pun berdatangan dari berbagai kalangan anggota dewan.

Wagirin Arman kemudian mengakui bahwa keputusannya itu memang tidak sesuai dengan tata tertib (Tatib).

“Tapi saya secara jujur nyatakan ini kekurangan cermatan saya. Kurang cermat saya. Saya tau agenda yang saya tandatangani itu tidak ada. Tetapi dalam skenario ada,” ujarnya.

Dia mengatakan semalam dirinya main lanjut saja. Saya bablas saja. Selanjutnya, dan ternyata dewan setuju.

“Mayoritas dewan setuju itu tidak masalah. Tetapi jangan terulang lagi pada masa akan datang,” dalihnya.

Politisi senior Golkar itu mengatakan skenario itu terlanjut dibuat staf. “Saya memang kurang korektif, begitu main, saya tidak sempat baca. Jadi lanjut saja,” terangnya.

Ketika ditanyakan soal paripurna istimewa tentang AKD itu tidak termasuk dalam Banmus, Wagirin juga membenarkan bahwa AKD itu memang tidak masuk dalam Banmus.

“Karena ngak masuk agenda Banmus, saya kurang cermat terjadilah keputusan kontroversi yang tidak sesuai dengan tatib. Maka keputusan semalam saya nyatakan dibatalkan,” tegasnya.

Namun ketika ditanyakan apakah agenda tersebut ada dorongan dari calon anggota dewan yang dilakukan Perganian Antar Waktu (PAW)?

Namun, lagi-lagi Wagirin membantahnya. “Tidak ada itu, orang skenarionya saya tidak tau. Pokoknya keputusan itu sudah dibatalkan,” ungkapnya.

Soal pergantian alat kelengkapan dewan itu, Wagirin mengatakan soal niat anggota dewan melaporkan dirinya ke BKD adalah hak setiap anggota dewan yang diatur oleh undang-udang. “Anggota dewan boleh beda pendapat setuju dengan tidak setuju,” terangnya.

Dia menjelaskan soal keputusan menteri dalam negeri untuk melakukan PAW adalah adalah internal dari fraksi gerindra sendiri. “Sampai saat ini Gerindra itu sendiri tidak bulat. Gerindra tidak pernah bulat sampai siang ini masih debat antara yes or no di Banmus,” ungkapnya. (Indra)

Tags: