Sosialisasi 4 Pilar, Romo: Jangan Lupakan Sejarah

Politik 0
ilustrasi

ilustrasi

DETEKSI.co – Medan, Pemuda harus tangguh dan siap berjuang, serta memiliki prinsip kehati-hatian guna menangkis faham yang menyesatkan. Seperti ajakan gerakan teroris, peredaran narkoba dan masuknya faham komunitas Lesbian Gay Homoseksual Transgender (LGBT).

Demikian pesan yang disampaikan anggota DPR-RI dari Fraksi Partai (FP) Gerindra Sumatera Utara I H.R Muhammad Safi’i SH M Hum saat menggelar sosialisasi 4 Pilar MPR-RI di depan para pemuda yang tergabung didalam Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Indonesia (BKPRMI) dan Dinas Pekan Olahraga (Dispora) Medan di hotel Grand Kanaya Medan, Sabtu (17/6/2017).

Menurutnya, 4 pilar kebangsaan harus terus disosialisasikan kepada pemuda, khususnya Remaja Masjid (RM). Sehingga, 4 Pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD’45, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI menjadi bagian perubahan bagi pemuda sebagai konsensus berdasar dan bernegara.

“Nilai dari 4 pilar kebangsaan jangan dilupakan, karena merupakan sejarah yang harus tetap diterapkan di setiap lapisan masyarakat,”ungkap pria yang akrab disapa Romo ini.

Bahkan, dirinya menilai, lambang negara Pancasila merupakan hasil konsensus para pemimpin bangsa dimasa lalu. Hingga menjadi nilai-nilai hidup dalam bangsa Indonesia, hingga sekarang ini.

Dengan mengandeng Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Indonesia dan Dinas Pemuda dan Olahraga Medan, Romo juga berharap melalui sosialisasi, setidaknya pihaknya dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat tentang kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga, nilai-nilai yang terkandung didalamnya menjadi refleksi untuk menjaga Negara Kesatuan Republik indonesia (NKRI). Dilanjutkan, dengan nilai dari konstitusi UUD’45 yang sudah hidup didalam masyarakat dan sudah diamalkan.

Selain itu, Romo juga menjelaskan bagaimana bangsa indonesia memiliki rasa toleransinya yang sangat kuat. Sehingga, kebhinnekaan yang ada di sekelompok masyarakat dapat menyatu, tanpa memandang ras, suku dan agamanya. “Kita berharap jangan ada persoalankan perbedaan dimasyarakat, dalam istilah toleran, sebab kebhinnekaan sudah ada dari dulu,”katanya.

Diakhir penyampaiannya, Romo meminta, agar 4 pilar yang sudah diamalkan tetap terjaga. Serta meminta kepada pemuda, agar jangan melupakan sejarah. (Indra)

Tags: