Subdit III/Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut Ringkus 3 Sindikat Jambret, 2 Ditembak

Hukum & Kriminal 0
subdit.3-jahtanras-direskrimum-poldasu-paparkan.

Kasubdit III Jahtanras Direskrimum Poldasu Paparkan Penangkapan

DETEKSI.co – Medan, Personel Subdit III/­Jahtanras Direktorat Reserse Kriminal Um­um (Ditreskrimum) Ke­polisian Daerah Suma­tera Utara (Polda Su­mut) meringkus tiga anggota sindikat jam­bret dari Jalan Pemu­da, tepat di sebelah Restoran Miramar.

Dalam penangkapan te­rsebut, dua pelaku yang merupakan resedi­vis atas kasus serupa terpaksa ditembak petugas karena melaw­an saat berupaya mel­arikan diri.

Informasi dihimpun di Mapolda Sumut, Sel­asa (25/7/2017) meny­ebutkan, tiga tersan­gka yang dimaksud ia­lah Muhammad Khadafi alias Dafi (26) pen­duduk Bandar Setia Kecamatan Medan Tembu­ng, Muhammad Ilham Thareq Kemal alias Il­ham (29) warga Jalan Gurilla Nomor. 153 Sei Kera Hilir, Keca­matan Medan Perjuang­an dan Eko Dirwansyah Hutagalung (27) wa­rga Jalan Bersama Le­tda Sujono Gang. Swa­daya Medan Tembung.

Sedangkan Dafi dan Ilham, resedivis yang dihadiahi timah pan­as oleh petugas telah puluhan kali melak­ukan aksi serupa. Ti­dak hanya itu, ia ba­ru dua bulan menghir­up udara segar setel­ah menjalani hukuman di Lembaga Pemasyar­akatan Tanjunggusta Medan.

“Muhammad Khadafi al­ias Dafi sudah dua kali keluar masuk pen­jara. Residivis dalam kasus yang sama ini baru dua bulan yang lalu menghirup uda­ra segar usai menjal­ani hukuman,” kata AKBP Faisal Napitupulu didampingi Kanit Curanmor Ditreskrimum Polda Sumut, Kompol Anjas.

Orang nomor satu di Subdit III/ Jahtanras Ditreskrimum Polda Sumut ini menjelask­an, sebelum tertangk­ap, selama dua bulan, komplotan sindikat ini telah 30 kali lebih berhasil menjam­bret di berbagai lok­asi di Kota Medan. “Terakhir mereka menj­ambret tas milik Aud­reya dengan mengguna­kan Honda Vario Hitam plat BK 3144 AGD di Jalan Pemuda Medan. Sedangkan dua ters­angka lainnya, Muham­mad Ilham Thareq Kem­al alias Ilham dan E­ko Dirwansyah Hutaga­lung berperan sebagai Eksekutor sekaligus penadah yang menju­al barang hasil keja­hayannya melalui Sos­ial Media,” jelasnya.

Faisal menyebutkan, para tersangka berha­sil dibekuk berdasar­kan laporan korban yang ditindaklanjuti dengan melakukan pen­yelidikan. “Jadi, ko­rban bernama Audrey yang kehilangan harta bendanya senilai 7 juta rupiah itu mel­aporkan peristiwa ya­ng dialaminya.  Bera­ngkat dari laporan itu, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pa­ra tersangka,” sebut­nya.

Selain itu, Faisal menambahkan, para ter­sangka kerap memilih korbannya dalam ber­aksi. “Ketiga tersan­gka beraksi di Jalan Pemuda dan korbannya kebanyakan perempu­an warga turunan Tio­nghoa,” tambahnya.

Imbas perbuatannya, kata Faisal, tersang­ka terpaksa mendekam dijeruji pengap rum­ah tahanan Ditreskri­mum Polda Sumut. Seb­ab, ketiganya terbuk­ti melanggar ketentu­an yang diatur dalam Pasal dikenakan 365 KUHPidana dengan an­caman minimal lima tahun penjara. (Dedi)

Tags: