Tahun 2016, Polres Deli Serdang Paparkan Penanganan 1.458 Kasus

Daerah 0

Kapolres Paparkan penangan Kasus 2016

Deteksi.CO – Deliserdang, Selama tahun 2016, tepatnya dari bulan Januari sampai Desember 2016, Sat Reskrim Polres Deli Serdang telah menangani 1.458 kasus, Selasa (3/1/2017).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kapolres Deli Serdang, AKBP Robert Da Costa didampingi Waka Polres Deli Serdang Kompol Faisal Rahmat Simatupang, Kabag Ops Kompol Murtha Dha, Kasat Reskrim AKP Teuku Fathir Mustafa, Kasat Narkoba AKP Zulkarnain, Kasat Lantas AKP Sah Udur Sitinjak, para pejabat Polres Deli Serdang, para Kapolsek jajarannya, saat menggelar paparan akhir tahun.

Kapolres Deli Serdang, AKBP Robert Da Costa mengatakan jumlah kasus ini mengalami penurunan sebesar 10,66 persen dibandingkan tahun 2015 dimana Sat Reskrim Polres Deliserdang menangani hingga 1632 kasus.

“Meskipun secara keseluruhan penanganan kasus mengalami penurunan, namun untuk kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) untuk tahun 2016 mengalami peningkatan hingga 58 kasus padahal di tahun 2015 hanya 52 kasus,” ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Robert, untuk kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) mengalami penurunan, dimana pada tahun 2015 mencapai 292 kasus sementara tahun 2016 hanya 260 kasus.

“Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) juga mengalami penurunan, dimana pada tahun 2015 mencapai 155 kasus sementara untuk tahun 2016 hanya 120 kasus,” jelasnya.

Robert mengatakan untuk yang menjadi perhatian publik, kasus curat paling banyak dengan 101 kasus dengan 152 tersangka, perjudian dengan 46 kasus dan 89 tersangka, curanmor dengan 33 kasus dengan 44 tersangka dan curas dengan 19 kasus dengan 42 tersangka.

“Untuk kasus perjudian hampir merata diseluruh kecamatan di wilayah hukum Polres Deliserdang. Judi ini penyakit masyarakat sehingga perlu kesadaran masyarakat, tidak hanya penegakan hukum,” tegasnya.
Selain kasus curas, curat, curanmor (3C) dan perjudian, lanjut Robert, Sat Reskrim Polres Deli Serdang juga berhasil mengungkap kasus lain diantaranya pembunuhan sebanyak 3 kasus, penganiayaan dengan pemberatan (anirat) sebanyak 83 kasus, migas sebanyak 4 kasus, penyeludupan bawang sebanyak 3 kasus, uang palsu sebanyak 3 kasus, perdagangan orang sebanyak 2 kasus dan cabul sebanyak 50 kasus.

“Kita berharap agar ke depannya kita bisa mencapai hasil yang lebih baik lagi,” tandasnya.(red)

Tags: