Telat Bayar 1 Bulan, Mobil Dirampas Debt Collector Adira Finance

Hukum & Kriminal 0

Sapta Rahmadani

Sapta Rahmadani

DETEKSI.co – Medan, Tidak terima harta bendanya dirampas pihak debt collector dengan cara premanisme, Sapto Rahmadani (39) warga jalan Bersiap No 41 Pancur Batu, akan melaporkan PT. Adira Finance ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Medan di jalan Jend AH Nasution No17 Medan.

Disesalkan korban katanya, Hanya menunggak satu bulan pembayaran kredit bisanya pihak ketiga Adira Finance merampas mobil tersebut dengan cara premanisme. padahal riwayat pembayaran tidak selalu menunggak dan tidak terlalu jauh dari tanggal jatuh tempo.

“Seenaknya saja pihak ketiga Adira Finance tersebut, tanpa ada menunjukkan identitas langsung para debt collector menunjukan arogansinya seolah hukum di negeri ini tak ada,” kesal Sapto.

Menanggapi adanya debt collector merampas dengan cara ala premanisme, Ketua Umum LSM Pondok Aspirasi Sumut, Ridwan Naibaho,SH menjelaskan sejak tahun 2012 lalu, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang pihak leasing atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit.

Hal ini mengacu pada, Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia. Dengan adanya peraturan Fidusia tersebut, pihak leasing memang tidak dapat mengambil kendaraan konsumen secara paksa, akan tetapi ditempuh lewat jalur hukum.

Artinya, segala sesuatunya harus melalui persidangan dan oleh pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan konsumen atau nasabah. Dengan demikian, kendaraan tersebut akan dilelang oleh pihak pengadilan, jelas Ketum LSM Pondok Aspirasi Sumut, Senin (16/1/2017).

Tindakan Leasing melalui Debt Collector dengan cara mengambil secara paksa tanpa disertai dokumen, merupakan perbuatan yang melanggar hukum, tindak pidana dan dapat dijerat pasal 365 KUHP tentang perampasan.

Menurut penuturan korban, Tak ada etika para debt collector langsung menjegat saat melintas di jalan DI.Panjaitan tepatnya persimpangan Jl. Abdulah Lubis dihadang dua orang dengan cara memepet dan menyuruh pinggir, dua orang tersebut mengendarai sepeda motor, lalu diambil kunci kontak mobil yang saya kemudikan dengan cara paksa.

” Dp mobil Pick Up Suzuki Carry tahun 2014 BK 9474 CV Rp12 juta, sudah melakukan pembayaran kredit sebanyak 27 kali, Sisanya 21 kali lagi. saat perampasan mobil itu ditemanin keponakan. sangat trauma mendengar suara mereka dengan kasar seolah kami ini dianggap tersangka teroris,” ucap Sapta, Senin (16/1/2017).

Utang piutang tetap dibayar kata Sapto, Namun pihak perusahaan agaknya mempersulit. pasalnya ketika dijumpai pak Abai mewakili Adira Finance tidak mengindahkan permohonan saya selaku nasabah.

“Niat membayar ada bang, namun pihak Adira Finance meminta pelunasan dari hutang keseluruhanya. mana ada uang kalau dilunasin,” ucap Sapto sembari berharap pihak perusahaan memberi solusi yang baik.

Dikeluhkan korban, Pada tanggal 30/12/2016 hendak membuat laporan pengaduan terkait kasus perampasan di Polretabes Medan, sudah bertemu dengan konseling Reskrim di bagian depan namun begitu dijelaskan kronologis, pihak Polrestabes mengatakan tidak lengkap. (Dofu Gaho)

Tags: