Tudingan Warga Tak Terbukti, Percetakan GCP Harus Beroperasi

MeBiDangRo 0

Tim DLH, Lurah, Kecamatan tinjau percetakan GCP

DETEKSI.co – Medan, Survey Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan ke percetakan CV. Garuda Cipta Plastindo jln Nilam No.6C/12 Kelurahan Sei Rengas Permata, Kec. Medan Area Kota Medan, Dalam peninjauan dengan mengoperasikan dua mesin percetakan tidak menimbulkan Bising, Getar dan Tidak ada limbah cair mengalir ke parit warga.

Adapun kedatangan DLH tersebut dikarenakan pemilik percetakan mengaku bernama Jhoni menyurati Lurah Sei Rengas Permata, bahwasanya percetakan CV. Garuda Cipta Plastindo akan beroperasi.

Sebelumnya kata Jhoni, Dalam Akta Notaris CV.GCP (Garuda Cipta Plastindo) tertulis kalimat industri dan oleh kalimat itu pula warga keberatan dan dianggap salah. Maka perpanjangan perizinan kali ini di revisi kalimat industri menjadi percetakan.

“Percetakan ini sudah berjalan sekitar 3 tahun lebih, awalnya aman aman saja dan tidak ada masalah dengan warga. Namun ketika kami membeli rumah disamping ini dari situlah mulai muncul persoalan baru.”kata Dirut CV Garuda Cipta Plastindo (GCP).

Warga menuding, Percetakan GCP menghasilkan limbah cair dan mengalir ke parit warga, Menimbulkan Getar, Bising dan Menimbulkan bau tidak sedap.

Kedatangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan, Jumat (18/5/2018) terbantahkan terkait tudingan warga tersebut, bahwasanya Percetakan GCP tidak menimbulkan bising, getar dan tidak ada bau tak sedap. Terbukti beberapa orang menyaksikan beroperasi dua mesin percetakan tersebut tidak ada yang merasa terganggu bahkan dalam dialog kunjungan tersebut mengakui kalau kasus ini hanya sentimen pribadi, Maka dari itu bisa saja warga yang menjadi provokator dilaporkan saja kepada aparat penegak hukum.

Utusan dari DLH Kota Medan sebanyak tiga orang dikepalai Endang. Oleh DLH menuturkan kunjungan hari ini belum bisa memastikan adanya kelalaian pemilik usaha, sehingga usaha percetakan ini dapat terus beroperasi. “Tugas kita hanya mensurvei dan melakukan pengecekan. Menurut pemiliknya dan lurah setempat, tidak ada masalah. Kita juga sudah pantau ke lokasi,” sebut pria berkacamata yang merupakan salah satu perwakilan dinas lingkungan hidup.

Sementara Saftina, Lurah Sei Rengas Permata, ketika dikonfirmasi di lokasi menyebut bahwa keluhan masyarakat tidak terbukti. Pasalnya, pihaknya tidak menemukan adanya limbah percetakan, tidak ada getar dan tidak ada bising.

“Logika aja, di sini kita berdiri seluruh mesin dihidupkan tapi gak ada getarannya. Warga ngeluh katanya listrik mereka tertarik, buktinya PLN sendiri bilang aman. Apalagi masalah limbah, karena limbah percetakan ini dikelolah sendiri dan sisa pemotongan plastik, drum thiner dan kaleng cat diangkut ke pabrik, pemilik usaha ini,Lagian yang komplain hanya sekitar delapan orang saja dan mereka berjauhan dari ruko ini tempat usaha percetakan,” ” timpal Lurah Sei Rengas Permata didampingi Babinsa dari TNI, Kamtibmas dari Polri dan Kepling.

Dihadapan Lurah dan DLH, Ketua Umum DPP Aliansi Jurnalis Hukum (AJH) Dofu Gaho mengungkapkan negara harus hadir dan berlaku adil. Percetakan GCP tidak pernah lalai dalam melakukan pembayaran pajak perusahan atau pun pajak pribadi, Pengusaha yang baik jangan di zolimi.

Sebab Bapak Presiden Jokowi meminta kepada pemerintah agar terus memperbaiki iklim kemudahan berusaha, berinvestasi dari Pusat sampai Provinsi, Kabupaten dan Kota. Hari ini Pemko Medan harus membukti dirinya melalui dinas yang bersangkutan untuk memberi kemudahan bagi Pengusaha yang baik yang perizinan lengkap,” tegas Ketum AJH didampingi Sekjen Sumbo Saing.

Semua pihak harus menyadari bahwa sesuai informasi rencana Tata Ruang Kota Medan menjelaskan bahwa, Peruntukan Jalan Nilam yakni, Perdagangan / Komersil K1. Bila berdasarkan matrik jalan Nilam Kelurahan Sei Rengas Permata bisa dijadikan home industri seperti percetakan sesuai ijin TDP dan HO perusahaan. (Red)

Tags: