Waspada ! Oknum PNS Pemprovsu Nyambi Calo Penerimaan Satpol PP dan Otak Pelaku Curanmor

MeBiDangRo 0
PMH Sidauruk,SKM

PMH Sidauruk,SKM

DETEKSI.co – Medan, Sekretaris LSM Perintis, PMH Sidauruk, SKM sangat kesal terhadap Gubsu dan Sekdaprovsu atas tidak adanya ketegasan terhadap oknum PNS yang menyalahi sumpah jabatan sebagai abdi negara, sehingga persoalan ini menjadi preseden buruk bagi Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara, dimana kasus penipuan diduga dilakukan Amri Witular (37) dan bukan itu saja dirinya juga merupakan otak pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kantor Gubernur Sumatera Utara dijalan Diponegoro Medan.

Secara lembaga sudah resmi menyurati, No:MK.01/DPP-Perintis/II/2017 Perihal, Laporan pengaduan dugaan pratek percaloan/perantara bagi calon tenaga Satpol PP PSU 2015 dilakukan Amri Witular seorang PNS bekerja pada Biro Pemum Setda SU menerima uang sebesar Rp50 Juta dari Sdr Legirin.

“Gimana ngak kesal surat kami aj tidak dianggap padahal di Pemprovsu sudah dibentuk Tim Anti Korupsi dan Pungli lantas apa kerjanya mereka itu kan di gaji rakyat, ada apa ini semua, apa masih ada beking dizaman keterbukaan ini. dia Amri Witular ditangkap Polisi karena terlibat kasus Curanmor, bukan kasus penipuannya,” kesal PMH Sidauruk.

Pelaku tidak ada etika baiknya dalam hal mengembalikan uang yang diterimanya, berkali-kali berjanji jepada korban untuk membayar namun tak kunjung menempati janjinya sendiri. Karena korban sudah bosan maka permasalahan ini sampai ke lembaga kami. Sebagai lembaga yang taat hukum melaporjan hal ini melalui surat kepada pelaku namun tidak ada etika baik dari pelaku.

” Seharusnya petinggi di Pemprovsu ini melakukan mediasi dan bila perlu klarifikasi terkait adanya dugaan penipuan dilakukan oleh oknum PNS Pemprovsu.” harapnya

Masih PMH Sidauruk, Berdasarkan laporan diterima terhadap orang tua korban bernama Legirin warga Sunggal, untuk menjadi anggota Satpol PP Pemprovsu rela memberi uang pelicin sebesar Rp50Juta asal anaknya diterima jadi anggota Satpol PP Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ternyata harapan tersebut hanya isapan jempol, uang sudah diterima anak tak masuk.

” Bukti penerimaan uang tersebut dengan memakai kwintasi dan materai 6000, pembayaran pertama untuk persekot biaya masuk kerja sebesar Rp10 juta, Pembayaran kedua anak Legirin YP untuk masuk kerja sebagai tenaga Honorer Satpol PP Provsu dan pembayaran ketiga kalinya tetap biaya masuk kerja sebesar Rp20 Juta jadi total Rp 50juta.” jelas Sekretaris LSM Perintis.

Sembari menunjukkan koran harian terbitan Medan berjudul PNS Otak Curanmor di Kantor Gubsu. Kembali PMH Sidauruk kesal terhadap Gubsu dan Sekdaprovsu atas tidak adanya ketegasan terhadap PNS yang menyalahi jabatan dan sumpahnya sebagai sebagai abdi negara, dia Amri ditangkap berdasarkan LP.No.275/II/2017 dan rekaman CCTV bahwa dirinya ikut terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) di kantor Gubernur Sumatera Utara dijalan Diponegiro Medan. (Dofu Gaho).

 

Sumber, HarianDeteksi.com

Tags: