Deteksi

Anggota DPRD Dairi: Pertumbuhan Ekonomi Minus, Bupati Jangan Bangga Raih WTP

Hendra Tambunan anggota Fraksi PDI Perjuangan menyampaikan pemandangan umum. Dia mempertanyakan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Dairi yang minus 0,94 persen. (Deteksi.co/ Parulian Phsp Nainggolan).

Deteksi.co – Dairi, Anggota DPRD Dairi Hendra Tambunan melontarkan kritikan pedas kepada Bupati Dairi Eddy KelengAte Berutu yang membanggakan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 7 kali berturut-turut, sementara pertumbuhan ekonomi berada di angka minus 0,94 persen.

Kritikan disampaikan pada Paripurna beragendakan Penyampaian Pemandangan Umum anggota DPRD atas Nota Pengantar Bupati tentang Pertanggungjawan Pelaksanaan APBD tanun 2020, Rabu (21/7/2021).

Hendra mengurai, pada nota pengantar Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020 yang disampaikan 5 Juli 2021 lalu, Bupati Dairi menyebut predikat WTP yang diperoleh 7 kali berturut-turut diharapkan akan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, pertanian dan infrastruktur untuk mewujudkan Dairi unggul yang mensejahterakan masyarakat dalam harmoni keberagaman.

Dia kemudian membandingkan data yang disajikan dalam persidangan sebelumnya, yakni pada nota pengantar LKPJ per 19 April 2021. Kala itu, Bupati menyebut pertumbuhan ekonomi berada di angka minus 0,94 persen.

Berdasarkan kedua dokumen tersebut, Politisi PDI Perjuangan itu berpendapat, terdapat kontradiksi sehingga perlu penjelasan detail. “Bagaimana hubungan langsung WTP dengan pertumbuhan ekonomi?, karena faktanya, tahun 2020 dengan WTP yang ke 7, pertumbuhan ekonomi justru terpuruk di angka -0,94 persen. Ini sangat kontradiktif atau tidak rasional,” sebut Hendra.

Selanjutnya, dalam Nota Pengantar Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2020, Bupati juga menguraikan terdapat Silpa sebesar Rp114 milliar. Menurutnya, angka tersebut merupakan yang tertinggi dalam sejarah keuangan Pemkab Dairi. Hal tersebut sekaligus menjadi indikasi ketidakmampuan dan kinerja yang rendah.

Besarnya Silpa, menjadi indikator kalau program atau proyek pemerintahan ini tidak produktif. Pemerintah menggelontorkan uang Rp900 milliar, tetapi justru berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi. Ini sekaigus indikasi kalau pembelanjaan, masih sangat jauh dari skala prioritas.

“Jadi, jangan bangga dengan WTP, karena faktanya, pertumbuhan ekonomi justru terperosok,” sebutnya.

Perubahan menuju Dairi ungggul, sepertinya tinggal slogan, enak didengar tetapi jauh dari realita. Betapa tidak, ketika masyarakat didera kesulitan ekonomi dampak Covid, Bupati justru membengkakkan Silpa hingga Rp114 milliar. Ini angka tertinggi dalam sejarah keuangan Pemkab Dairi yang mengindikasikan ketidakmampuan.

“Sekali lagi, perlu penjelasan secara rasional, bagaimana hubungan langsung WTP yang dibanggakan Bupati dan pertumbuhan ekonomi yang terpuruk di angka -094 persen ?, demikian juga antara silpa Rp114 milliar dengan kesejahtaraan rakyat. Kalau menurut saya, ini bertolak belakang bahkan tidak punya korelasi”, Sebut Hendra.

Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPRD Alvensius Tondang didampingi Wanseptember Situmorang. Sidang akan dilanjutkan Kamis, (22/7/2021) dengan agenda Nota Jawaban Bupati terhadap pemandangan umum anggota DPRD. (NGL)

Redaksi

Read Previous

PH Sri Ukur Ginting Keberatan Atas Dakwaan JPU

Read Next

Kinerja Manajemen RSUD Sidikalang Mendapat Sorotan DPRD Dairi

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *