Bermodus Mampu Mengurus Ijin Pangkalan Gas, Warga Kota Bayu Tipu Rp 80 Juta

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Tersangka masih tetap dalam pemeriksaan, untuk menggali keterangan tambahan apakah masih ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.

DETEKSI.co – Taput, Setelah melarikan diri selama kurang lebih tiga tahun, akhirnya Satreskrim Polres Tapanuli Utara berhasil meringkus tersangka HMTS ( 38 ) warga Desa Hutabayu Kabupaten Simalungun, Rabu (20/1).

Pasalnya, tersangka HMTS ditangkap Sat Reskrim Polres Taput karena melakukan penipuan atas diri korban Reflon Siregar ( 57 ) Warga Desa Sipahutar 3 Kecamatan Sipahutar, Taput, dengan modus tersangka mampu mengurus ijin pangkalan elpigi di Kecamatan Sipahutar, Taput.

Saat diperiksa penyidik di Polres Taput, tersangka mengakui perbuatannya, melakukan penipuan uang sebesar Rp 80 juta kepada korban untuk biaya mengurus ijin pangkalan gas elpigi di Kecamatan Sipahutar atas nama korban.

Kejadian ini terjadi pada bulan Agustus 2018 yang lalu. Antara tersangka dengan korban bisa saling kenal, karena teman tersangka Viktor Sinaga dan Ramlan Sinaga, keduanya Warga Kabupaten Simalungun memperkenalkan mereka.

Sètelah kenalan, tersangka menemui korban ke Sipahutar pertama sekali tanggal 2 September 2018. Saat terjadi pembicaraan , korban menyerakan uang sebesar Rp 40 juta.

Kemudian tanggal 13 Desember 2018, tersangka menjumpai korban ke Sipahutar dan menerima uang lagi dari korban Rp 25 Juta dengan alasan ijin sudah mulai diproses oleh Pertamina.

Pada tanggal 18 Desember 2018, lewat telephone, tersangka menghubungi korban agar mentransfer Rp 15 juta lagi ke nomor rekening dan saat itu korban mentransfer.

Tunggu punya tunggu sesuai dengan janji , ijin tak kunjung keluar dan komunikasi tersangka dengan korban pun lost contack ( Hilang Kontak ).

Akhirnya korban pun kesal dan sadar kalau telah tertipu dan melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Taput.

Kapolres Taput AKBP Ronal Sipayung SH. SIK. MH melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing membenarkan peristiwa tersebut. Pada 19 Mei 2019 yang lalu korban RS melapor ke Polres Taput.

Setelah kita lakukan penyelidikan dan penyidikan , tersangka pun melarikan diri. Team kita tidak berhenti untuk mencari keberadaan tersangka dan minggu yang lewat kita mendapat informasi berada di Provinsi Lampung.

Lalu team dari Sat Reskrim berangkat ke Lampung dan akhirnya berhasil meringkus tersangka dari persembunyiaannya 17 Januari 2022. Dan tersangka pun diboyong ke Polres Taput untuk kepentingan penyidikan dan tiba Rabu ( 19/1 ) pukul 20.00 wib.

Saat ini tersangka masih tetap dalam pemeriksaan, untuk menggali keterangan tambahan apakah masih ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut. en