Ketua DPRD Elisati Halawa Sambut Baik Kunjungan Audiensi HNSI Nisel

DETEKSI.co – Nias Selatan, Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kabupaten Nias Selatan, melakukan audiensi di Kantor DPRD Kabupaten Nias Selatan di Jl. Saonigeho KM. 3, Kecamatan Telukdalam, Kabupaten Nias Selatan, Jumat (25/6/2021). Mereka diterima langsung oleh Ketua DPRD Nias Selatan, Elisati Halawa, ST.

Pada kunjungan itu, Ketua DPC HNSI Nisel Rindu H. Halawa didampingi Sekretaris Konstan K. Dachi, dan Wakil Sekretaris Jufer Ziraluo, bersama pengurus Ranting HNSI se-Kabupaten Nias Selatan.

Dalam sambutannya, Ketua DPC HNSI Nisel, Rindu Halawa, yang juga sebagai mantan anggota DPRD Nisel, menuturkan bahwa kami yang hadir disini bukanlah nelayan yang sebenarnya, tetapi kami hadir atas kepercayaan yang diberikan oleh pusat untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan, untuk peningkatan kesejahteraan mereka.

Dia menambahkan bahwa DPC HNSI Nias Selatan telah membentuk pengurus-pengurus Ranting untuk tingkat Kecamatan dan Rukun untuk tingkat Desa, yang akan selalu bekerja melakukan observasi dan registrasi akan data nelayan yang akurat.

“Kami telah melakukan konsolidasi di tingkat Kecamatan dan Desa untuk membentuk pengurus Ranting dan Rukun HNSI se-Kabupaten Nias Selatan”, sebutnya.

Dia mengungkapkan bahwa ada 17 Kecamatan yang termasuk dalam mapping atau peta nelayan di Kabupaten Nias Selatan. Ke-17 Kecamatan itu sudah hampir 100% rampung seluruh pengurus Ranting HNSI.

“Pada bulan Agustus ini, HNSI Nisel akan melakukan Muscab HNSI se-Kabupaten Nias Selatan untuk memilih kepengurusan defenitif” sebut Rindu.

Pada kesempatan itu, dia meminta kesediaan Ketua DPRD untuk menjadi Penasehat DPC HNSI Nisel.

“Jika berkenan, secara resmi, kami mendaulat Bapak Ketua DPRD untuk menjadi Penasehat DPC HNSI Nisel”, pinta Rindu.

Mantan anggota DPRD Nisel ini mengungkapkan bahwa ada transaksi komersial penjualan bibit lobster di Kepulauan Batu.

Kalau kita tidak berhasil menghentikan ini, saya pastikan bibit lobster yang saat ini menjadi lumbungnya Nias Selatan, hanya akan tinggal cerita bagi anak cucu kita kedepan.

“Hal ini kami juga sudah laporkan kepada Danlanal bahwa ada oknum-oknum penegak hukum yang sengaja membeking ini”, sebutnya.

Maka dengan ini kami mengajak Ketua DPRD untuk melakukan sidak terpadu bersama Lanal, Pol Air, HNSI, dan pihak terkait lainnya.

Disamping itu, pihaknya menyampaikan juga bahwa data nelayan saat ini kurang lebih 5.012 nelayan, dan yang sudah mendapatkan kartu Kusuka sebanyak 2.015 jiwa.

“Kami sedih karena dari data DKP Nisel, warga Nias Selatan yang telah mendapatkan kartu Kusuka hanya 2.015 jiwa dari total 5.012 jiwa nelayan”, bebernya.

Ketua HNSI Nisel mengharapkan agar para nelayan yang masih belum mendapatkan kartu Kusuka ini untuk segera mendaftarkan diri ke DKP Nisel, sehingga bisa mendapatkan hak-haknya sebagai nelayan, seperti asuransi nelayan.

“Ini juga termasuk tugas kami untuk memberi pemahaman kepada nelayan untuk segera mendaftarkan diri sebagai nelayan yang sudah teregitrasi dengan benar, untuk dapat mendapatkan kartu itu”, tambahnya.

Ketua DPRD Nias Selatan, Elisati Halawa, menyambut baik audiensi dari HNSI Nisel yang dikomandoi oleh Rindu Halawa.

Dia mengatakan bahwa langkah yang dilakukan HNSI saat ini sangat strategis untuk membangun Nias Selatan.

Elisati mengungkapan rasa terimakasih, HNSI telah mendaulat dirinya menjadi bagian dari HNSI Nisel.

“Jangankan jadi penasehat, jadi anggota divisi saja saya mau”, ucapnya.

Menanggapi transaksi penjualan bibit lobster, Ketua DPRD meminta HNSI Nisel untuk menyurati DPRD.

“Saya meminta HNSI agar dapat menyurati DPRD. Saya akan disposisikan surat itu ke Komisi 2 DPRD, kalau boleh Komisi 2 bergandengan, untuk meminta Polres dan Lanal untuk turut melakukan sidak di Kepulauan Batu. Saya akan mengundang juga HNSI untuk ikut bersama. Saya sendiri juga akan ikut turun”, tegas Elisati, (Heldiz)