Deteksi

KPK Beri Penyuluhan Antikorupsi kepada Komunitas Tionghoa

DETEKSI.co – Medan, Setelah memberikan penyuluhan antikorupsi dan bimbingan teknis (bimtek) peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi di Kampus IT&B kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lakukan penyuluhan kepada komunitas Tionghoa di Sumatera Utara, bertempat di Sekolah Tinggi Bahasa Asing Persahabatan Internasional Asia (STBA PIA) Medan, Rabu (9/6/2021).

Dalam paparannya Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK Kumbul Kusdwijanto Sudjadi menegaskan pentingnya peran serta seluruh masyarakat termasuk komunitas untuk berpartisipasi dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Komunitas Tionghoa di Sumut sebagai bagian dari bangsa Indonesia diharapkan turut serta berperan aktif dalam pemberantasan korupsi. Utamanya mulai dari diri sendiri dan mau peduli terhadap lingkungannya untuk berani melawan dan melaporkan jika terjadi tindak pidana korupsi di lingkungannya ke KPK,” ujar Kumbul di hadapan 80 orang peserta yang hadir.

Kumbul berpendapat bahwa korupsi adalah musuh bersama dan tidak mungkin hanya diberantas oleh KPK ataupun aparat penegak hukum lainnya, tetapi juga harus ada peran aktif dari seluruh elemen bangsa. Menurutnya, kegiatan pemberdayaan masyarakat untuk antikorupsi yang dilakukan oleh KPK tidak hanya menyasar pada komunitas tertentu saja, tetapi semua komunitas.

“Juga aparat penegak hukum itu sendiri. Sebab belum tentu semuanya memahami apa itu korupsi dan bagaimana upaya pemberantasannya. Utamanya adalah melakukan penanaman nilai-nilai integritas dan antikorupsi, sehingga timbul niat untuk tidak korupsi,” jelas Kumbul.

KPK berharap seluruh elemen masyarakat ikut andil dalam mengatasi permasalahan korupsi. “Integritas itu mudah diucapkan tetapi sulit dilaksanakan. Integritas perlu komitmen, konsistensi, berani berkorban dan juga perlu adanya dukungan orang lain. Oleh karena itu, kita berkepentingan untuk selalu mengingatkan,” tutup Kumbul.

Hadir dalam penyuluhan di antaranya perwakilan Masyarakat Indonesia Tionghoa Sumatera Utara (Mitsu), Komunitas Indonesia Tionghoa (KITA), INTI Sumut, PSMTI Sumut, Yayasan Tio Ciu Sumut, Yayasan Sosial (YS) Angsapura Medan, YS Marga Zhuang & Yan Sumut, YS Marga Raja Sumut, IPTI Sumut, Yayasan Tri Darma Sejahtera, Yayasan Marga Zhang Sumut, Perkumpulan Hakka Indonesia Sumut, KOMPAK, Perkumpulan Marga Lie Sumut, Yayasan Marga Dai Sumut. (Rel/ono)

Admin

Read Previous

Pengurus LBNB Temui Bupati Melaporkan Kegiatannya

Read Next

Gubsu Perpanjang PPKM, Hasyim SE Himbau Masyarakat Patuhi Prokes

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *