Oknum Polisi Datangi Rumah dan Bentak Seorang Pendeta HKBP, Anak dan Istri Menangis

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Pdt Esron Ambarita didampingi Istri diwawancarai wartawan, Jumat (1211202) menyebut dibentak oknum polisi bermarga P di kediamannya di rumah dinas Pendeta HKBP Marturia Desa Bangun I Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. (Marulak Siahaan)
Pdt Esron Ambarita didampingi Istri diwawancarai wartawan, Jumat (1211202) menyebut dibentak oknum polisi bermarga P di kediamannya di rumah dinas Pendeta HKBP Marturia Desa Bangun I Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi. (Marulak Siahaan)

DETEKSI.co – Dairi, Pendeta Esron Ambarita bertugas di HKBP Marturia Desa Bangun I Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi diduga dibentak-bentak oknum polisi bermarga P.

“Saya merasa dibentak-bentak di rumah ini. Istri dan anak saya sampai menangis” sebut Esron mengisahkan peristiwa dialaminya, Jumat (12/11/2021).

Esron menyebut, peristiwa terjadi, Sabtu (6/11/2022) lalu. oknum polisi bermarga P memdatangi rumah dinas Pendeta Esron. Kehadirannya terkait ucapan pendeta di dalam geraja agar jemaat memilih calon kades gerejanya. Arahan disampaikan di dalam gerja dalam internal jemaat.

Dikisahkan, pagi itu Pendeta Esron Ambarita menerima telepon yang menyebut P akan datang ke rumah. P diketahui anggota Polisi dan sudah lama bertempat tinggal di Desa Bangun I. Tak lama kemudian P datang dan masuk ke rumah pendeta tanpa menunjukkan surat tugas.

Dalam pertemuan itu, P menerangkan, memperoleh informasi menyangkut ucapan Esron dari media. Esron mendapat penjelasan dari P, akan ada demo karena perkataan Esron pada kebaktian sebelumnya. Esron merasa tertekan akibat nada tinggi P.

“Salahnya ucapanmu itu? Salahnya ucapanmu itu” ujar P sebagaimana diulangi Esron. Kalimat lain yang dilontarkan P, “bisanya ucapanmu itu?”.

Kepada P, Esron menjelaskan bahwa dirinya sudah membuat permintaan maaf di media terkait kesalahan.

Dijelaskan, mendengar lontaran bernada tinggi, Murni Sihotang istri Esron menangis demikian juga putrinya, Yesika Ambarita siswa SMA kelas 10 yang tak jauh dari ruang tamu, ikut menangis, apalagi mendengar perkataan P yang menyebut, akan ada demo.

Pertemuan berakhir lantaran Esron menyebut, harus segera melaksanakan Ibadah pemberkatan pernikahan terhadap anggota jemaat, ucapannya itu juga ditimpali P dengan menyebut akan dapat amplop.
“Nanti, kan dapat amplopnya? Biar makan di Sumbul kita”, ucap P menimpali perkataan pendeta yang memberitahu akan memimpin upacara pemberkatan.

P juga memberitahukan, pembicaraan akan berlanjut di Sumbul, siang itu.

Esron memaparkan, usai melakukan pemberkatan, dia dan Murni berangkat ke Sumbul. Di salah satu lokasi, dia bertemu Kapolsek Agus Santoso, P dan Praeses. Inti pertemuan untuk menyelesaikan masalah.

Murni menyebut, tidak ikut makan karena tak selera dampak beban pikiran. Namun, dia mengaku membayar.

Ditambahkan, Esron Ambarita telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada jemaat di sela acara ibadah, Minggu (7/11/2021).

Selanjutnya, sesuai panggilan telepon dari P, surat pernyataan maaf juga diantarkan Esron ke Polsek Parbuluan, Senin, (8/11/2021) keesokan harinya.

Sementara itu, Kapolsek Parbuluan, Iptu Agus Santoso dikonfirmasi wartawan melalui telepon mengatakan, P datang menjalankan tugas. Posisinya adalah Kanit Intel. Tujuannya untuk pulbaket.

Ditanya apakah diperbolehkan membentak warga? Agus mengatakan, dirinya tidak mendapat info kalau P membentak.

“Ini baru saya dapat kabar, tentunya tidak boleh” kata Agus Santoso.

Sementara Oknum polisi bermarga P belum berhasil diminta tanggapan. (ULAK/Ngl)