Deteksi

Praktisi Hukum: Perjudian di NKRI Tidak Diperbolehkan

DETEKSI.co -Medan, Terkait lokalisasi perjudian tembak yang diduga berada disalah satu Rumah Toko (Ruko) tepatnya disamping eks bangunan Macan Yaohan Supermarket di Jalan KL.Yos Sudarso, Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat, Kota Medan, Sumut, Pengamat dan Praktisi hukum M. Purba, SH angkat bicara ketika di minta tanggapannya terkait keberadaan lokasi judi tembak ikan tersebut, jika benar adanya dugaan tersebut, ia meminta Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan untuk segera menutup lokalisasi haram itu.

“Kita minta Polsek Medan Barat dan Polrestabes Medan agar segera turun ke lokasi melakukan menggerebek bila perlu ditutup agar tidak menjadi klster baru dalam penyebaran virus Covid-19,” ungkap M. Purba,SH kepada wartawan, Jumat (11/06/2021).

M. Purba menyebutkan, apapun bentuk perjudian di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini tidak diperbolehkan beroperasi karena larangan itu sudah diatur pada KUHP dalam Pasal 303 dan Pasal 303bis KUHP dan diperkuat lagi dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian, yang merupakan perjudian secara konvensional.

Sedangkan perjudian secara nonkonvensional adalah jenis baru yang berkembang dan diatur dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni dalam Pasal 27 ayat (1) dan Pasal 45 ayat (1). Sedangkan penerapan Pasal 303 KUHP hanya menjangkau tindak pidana perjudian yang terjadi dalam wilayah Negara Republik Indonesia.

“Perlu diketahui, apapun bentuk perjudian di negeri ini, tidak diperbolehkan oleh pemerintah untuk beroperasi. Dan bagi penyedia lapak judi ada pidananya demikian juga dengan pemain,” sebutnya.

Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kepolisian untuk tidak menutup lokasi judi tembak ikan itu dan menangkap pengelolanya. “Harusnya Polsek Medan Barat malu dengan adanya aktifitas perjudian seperti itu di wilayah hukumnya,’ pungkas Praktisi Hukum yang telah sukses menangani beberapa kasus korupsi ini.

Berita sebelumnya, berdasarkan penelurusan di lokasi terpantau ramai kendaraan yang didominasi kendaraan roda empat diduga itu adalah kendaraan para pemain judi tembak ikan tersebut.

Saat ditanya salah seorang petugas parkir (Jukir) dilokasi tersebut mengenai keberadaan lokasi judi tembak ikan, “dimana lokasi judi tembak ikan bang,” tanya awak media kepada petugas parkir dilokasi tersebut.

Dengan spontan pria separuh baya itu langsung menunjukan keberadaan lokalisasi perjudian tembak ikan itu berada. “Itu, disamping gedung Macan Yaohan Supermarket yang ada becak,” ketus petugas parkir itu sembari mengatur kendaraan yang hendak parkir.

Saat berada didepan ruko yang di duga di jadikan sebagai lokasi judi tembak ikan terpantau ramai, demi keselamatan, beberapa awak media yang tengah melakukan tugas investigasi dilokasi hanya bisa mengamati dari luar ruko tersebut

Terpisah, menurut penuturan salah satu penarik becak yang biasanya mangkal di seputaran Jalan KL.Yos Sudarso/ Jalan Brayan tersebut menyebutkan biasanya di areal belakang bangunan eks Macan Yaohan Supermarket itu sepi dan gelap, dan sekarang sudah ramai kendaraan yang keluar masuk dari dalam bangunan tersebut.

“Sudah lama bangunan bekas Macan Yaohan Supermarket itu sepi sejak supermarket itu tidak lagi beroperasi. Lokasi itu diduga dijadikan sebagai lokasi judi tembak ikan kurang lebih sebulan inilah beroperasinya nak,” ketusnya sembari melirik ke kanan dan ke kiri.

Sambung, pria separuh baya tersebut mengungkapkan dimasa sulit seperti ini masih ada juga orang yang mau menghambur-hamburkan uang hasil kerja kerasnya di arena judi.

“Kalau ini dibiarkan sama pihak kepolisian, yakinlah nak pasti semakin banyak perampok, begal yang berkeliaran mencari korban,” ujarnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Kanit Reskrim Polsek Medan Barat, Iptu Prasetyo Wibowo Sik melalui pesan Whastapp di nomor +62 812 8370 XXXX terkait aktifitas judi tembak ikan yang berada tepat disamping eks bangunan Macan Yaohan Supermarket, Rabu (09/06/2021, enggan memberikan jawaban walupun pesan yang dikirimnya itu telah dibaca dengan tanda ceklis dua.(Tim)

Admin

Read Previous

Bayi Usia 3 Minggu Meninggal, Wakil Ketua DPRD Medan Rekomendasi RDP bersama Petinggi RSUD Pirngadi

Read Next

Dr. Henny Ikhwan: Saya Bangga Suami Terkenal dengan Sebutan Pejuang Dhuafa

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *