Waspadai Munculnya Klaster Penularan Covid-19, Jelang – Pasca Lebaran

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram

DETEKSI.co – Tapaktuan, Sebentar lagi pusat-pusat perbelanjaan dan tak dipungkiri tradisi pulang kampung menjelang Idul Fitri sudah menjadi kebiasaan  umat muslim Indonesia pada umumnya dan Aceh pada khususnya.
Tetapi, Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan kepada Pemerintah Daerah serta masyarakat, karena saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19.
Dimana, masyarakat yang memadati pusat-pusat perbelanjaan dan tradisi pulang kampung dengan menggunakan angkutan umum sangat berpotensi menjadi titik awal munculnya klaster penularan.
Seperti himbauan Juru Bicara (jubir) Satgas COVID-19 Prof Wiku Adisasmito pada beberapa hari yang lalu menjelaskan ” apabila terjadi penularan pada diri kita atau orang terkasih, COVID-19 masih sangat berpotensi berujung fatal. Maka dari itu saya harapkan masyarakat dapat bijaksana dan sangat berhati-hati. Saya minta posko di daerah masing-masing mengawasi dan menindak pelanggaran protokol kesehatan,” tegasnya.
Untuk itu, Satgas di daerah-daerah harus sigap menyikapi situasi yang terjadi. Apabila masyarakat tidak mampu berlaku disiplin, maka Satgas Daerah dibawah kepemimpinan Kepala Daerah dan Forkopimda wajib untuk menegakkan kedisiplinan.” jelasnya melalui keterangan pers, perkembangan Penanganan Covid-19 yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Graha BNPB, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.
Sementara itu aktifitas dan jadwal waktu pelayaran antara pelabuhan  Labuhaji Aceh Selatan menuju Kabupaten Siemeulu dan sebaliknya telah di tambah guna mengantisipasi lonjakan penumpang. Namun pada kamis (7/5), Kepala Pelabuhan Sinabang Hendra Wijaya dalam pres rilisnya mengatakan ” jadwal terbaru Angkutan Sungai Danau Dan Penyeberangan (ASDP) telah disampaikan kepada masyarakat melalui pengumuman berupa selebaran dan ini sebagai informasi umum kepada masyarakat pengguna jalur transportasi laut agar mereka tahu jadwal terbaru,” kata Hendra Wijaya.
Namun, jadwal pelayaran tersebut kapan saja bisa berubah karena berbagai faktor seperti cuaca maupun kerusakan kapal.
Kami mengimbau setiap menggunakan jasa pelayaran tersebut agar mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.
Sekalipun demikian sepertinya di pelabuhan ASDP Labuhaji Aceh Selatan, belum terlihat adanya penumpukan calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan ke pulau siemeulu. (tim)