Anak Desa Lae Haporas Dairi, Tempuh 5 Kilometer ke SD Terdekat

Share on facebook
Share on twitter
Share on email
Share on whatsapp
Share on telegram
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jonni Waslin Purba saat diwawancarai wartawan di kompleks Kantor Bupati Dairi. (Deteksi.co/Parulian Phsp Nainggolan)
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jonni Waslin Purba saat diwawancarai wartawan di kompleks Kantor Bupati Dairi. (Deteksi.co/Parulian Phsp Nainggolan)

DETEKSI.co – Dairi, Anak usia sekolah dasar di Desa Lae Haporas Kecamatan Siempatnempu Hilir Kabupaten Dairi, Sumatera Utara harus menempuh jarak sekitar 5 kilometer untuk mendapatkan akses pendidikan, pasalnya desa dimaksud belum memiliki fasilitas sekolah dan terpaksa harus ditempuh di desa tetangga.

Ketiadaan fasilitas sekolah di desa tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dairi, Jonni Waslin Purba saat diwawancarai wartawan di kompleks Kantor Bupati Jalan Sisingamangaraja Sidikalang, Rabu (8/9/2021) lalu.

Selain di Desa Lae Haporas, desa lainnya di Kabupaten Dairi yang belum memiliki fasilitas SD, adalah Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem.

Jonni Waslin Purba menerangkan, untuk pendirian unit sekolah baru (USB) ada sejumlah syarat yang harus terpenuhi, diantaranya memiliki siswa dengan jumlah minimal 60 orang. Kalau hal tersebut terpenuhi, maka peluang untuk pendirian unit baru sangat dimungkinkan.

Jonni Waslin berujar, telah berkunjung ke Desa Lae Haporas untuk menyahuti keluhan warga. Disana lahan untuk lokasi pendirian gedung SD sudah tersedia, namun masih perlu pengkajian karena letak atau lokasi dipandang kurang strategis dan justru lebih dekat ke desa tetangga.

‘Masih dikaji, dan harus juga dipertimbangkan, apakah jika pendirian unit sekolah baru direalisasi, masyarakat desa Lae Haporas akan menyekolahkan anak-anak mereka di sana?. Hal itu mengingat lokasi lahan justru lebih dekat ke Desa tetangga”, sebut Purba.

Dibenarkan, pada kondisi normal atau sekolah tatap muka selama ini, pelajar asal Desa Lae Haporas harus berjalan kaki sejauh 5 kilometer ke sekolah terdekat. Jarak tersebut dipandang tidak wajar terutama untuk ditempuh oleh anak usia SD.

Sementara itu, untuk pelajar SD di Desa Alur Subur Kecamatan Tanah Pinem, Jonni Waslin menyebut pembelajaran dilakukan dengan pola kelas jauh oleh SD Negeri Renun ,karena syarat pendirian USB, minimal punya 60 siswa. (NGL)