DETEKSI.co-Dairi, Lurah Pegagan Julu I Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi, Parsaoran Pasaribu terkesan buang badan dan melempar tanggungjawab seputar kwalitas proyek dibiayai anggaran kelurahan di wilayahnya tahun 2020 yang diduga amburadul.
“Pelaksanaan kegiatan di Dusun VII Sosor Beringin, dikelola KSM yang diketuai Pak Sihotang, dan segala konsekwensi menjadi tanggungjawab KSM”, sebut Parsaoran saat diwawancarai wartawan diruang kerjanya.
Bukankah Lurah sebagai Kuasa Pengguna Anggaran dan yang seharusnya bertanggungjawab untuk akuntabilitas keuangan?, Parsaoran menyebut kalau dirinya hanya sebatas melakukan pemantauan.
“Berdasarkan pantauan yang dilakukan, apakah konstruksi sudah bagus, kurang bagus atau tidak bagus?”, Cecar wartawan dan Parsaoran hanya menjawab, bahwa proses pengerjaan dilakukan Desember dan dikebut untuk mengejar waktu.
Lurah juga mengungkap, kalau belum lama ini dirinya mendampingi kunjungan anggota dewan ke objek dimaksud. Dalam kunjungan dimaksud, legislator ada menemukan ketidakberesan.
“Pasca kunjungan dewan, saya sudah bicara dengan pengurus KSM, mereka siap memperbaiki atau membayar TGR (Tuntutan Ganti Rugi) jika ada perintah inspektorat”, tandas Parsaoran.
Disebut, pihaknya telah beberapa kali meminta inspektorat agar melakukan pemeriksaan, namun permintaan belum direalisasi.
Terpisah, sumber yang meminta jatidirinya tidak dipublish menyebut, pengerjaan proyek kelurahan di Dusun VII Sosor Beringin Kelurahan Pegagan Julu I Kecamatan Sumbul tahun 2020 diduga amburadul.
Kegiatan Perkerasan Jalan sepanjang 170 meter berbiaya Rp190 juta dilaksanakan KSM Dosniroha.
Sumber menyebut pekerjaan hanya disiram sirtu. Kalaupun ada lapisan batu belah, namun jauh dari volume yang ideal.
“Dang jelas karejo i, holan disiram sertu do.(Pekerjaan tidak jelas, hanya disiram sirtu-red)”, ungkap Sumber. (NGL)
Keterangan Foto :
Pekerjaan Perkerasan jalan sepanjang 170 meter berbiaya Rp190 juta di Dusun VII Sosor Beringin Kelurahan Pegagan Julu I Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi tahun 2020, dinilai amburadul. Konstruksi diduga hanya berupa lapisan sirtu dan lapisan batu belah minim volume.