DETEKSI.co – Dairi, ruas jalan berstatus jalan kabupaten di Dairi dengan kondisi baik tercatat 58,2 persen, sisanya kondisi rusak. Hal itu dibenarkan sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Frianto Naibaho yang dikonfirmasi wartawan, Jumat (24/2/2023) di ruang kerja.
Dijelaskan, status jalan kabupaten di Dairi terdiri dari 495 ruas dengan total panjang 1608, 4 kilometer. Berdasarkan data terakhir, ruas jalan dengan kondisi baik adalah 939,2 kilometer dan sisanya mengalami kerusakan. Dari angka dimaksud, panjang jalan dengan kondisi rusak adalah 669 kilometer lebih.
Frianto menyebut, keterbatasan anggaran menjadi kendala.
Sementara itu, untuk rencana kerja di tahun 2023, infrastruktur jalan yang akan disentuh dengan pembiayaan APBD cukup terbatas. Plotting anggaran untuk pengaspalan (lapen) hanya sekitar Rp 19 miliar. Jika diasumsikan Rp 600 juta per kilometer, maka yang akan mendapat sentuhan pembangunan hanya berkisar 31 kilometer.
Kemudian, plot anggaran untuk hotmix sekitar Rp 48 miliar direncanakan untuk 7 kegiatan yakni untuk ruas Simpang Tiga Huta Rakyat – Berampu sekitar Rp 18, 3 miliar, Jurusan Kuta buluh – Lau Primbon senilai Rp 3,753 miliar, jurusan Pinantar – Lae Tanggiang senilai Rp 8,4 Miliar.
Selanjutnya, hotmix untuk ruas jalan Bakal Julu – Silumboyah senilai Rp15,6 miliar, ruas Berampu – Pasi senilai Rp 578, 5 Juta dan jurusan Ramba Serit – Gunung Sitember senilai Rp 1,1 miliar.
Sementara untuk pemeliharaan ruas jalan dalam kota Sidikalang sekitar Rp 980 juta dengan objek yang akan disentuh meliputi ruas jalan Sudirman khususnya disekitar kantor PLN, jalan Palapa dan Jalan Empat Lima.
Menurut Frianto, volume atau panjang ruas yang akan di hotmix masih direview dan disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Kegiatan akan dimulai dalam waktu dekat. “Sekarang sedang dilakukan review dan mudah-mudahan Pertengahan atau akhir Maret 2023, bulan depan kegiatan dapat dilelang (ditenderkan-red)”, sebutnya.
Disebutkan, Keterbatasan anggaran menjadikan volume perbaikan belum sebanding dengan tingkat kerusakan. Saat satu ruas diperbaiki, maka seiring waktu berjalan, bagian lain akan mengalami kerusakan, demikian seterusnya.
Untuk menambah volume perbaikan, diharapkan adanya kucuran anggaran dari pemerintah provinsi dan pusat.
“Mudah-mudahan kita mendapat Bantuan Keuangan dari Pemerintah Provinsi dan pusat, sehingga perbaikan dapat diperbanyak”, sebut Frianto. (NGL/JLO)